KH. Samanhudi Pahlawan Nasional di Peristirahatan Terakhir di Laweyan, Solo (Edisi Ziarah Makam Waliyuallah Solo) -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

KH. Samanhudi Pahlawan Nasional di Peristirahatan Terakhir di Laweyan, Solo (Edisi Ziarah Makam Waliyuallah Solo)

Referensi
Saturday, 28 September 2019


Ketika menyelusuri jejak kerajaan Pajang, sampailah saya di sebuah kampung yang terkenal dengan batiknya, Lawean. Mengunjungi kota batik Solo tak lengkap bila tidak hunting batik di kampung Batik Laweyan. Di Kampung batik Laweyan,Solo selain terdapat deretan toko yang menjual batik, peninggalan kerajaan Pajang (Masjid Laweyan), ternyata juga terdapat makam pahlawan nasional, KH. Samanhudi.

KH. Samanhudi dimakamkan di pemakaman keluarga di Laweyan,Solo. Untuk dapat berziarah, terdapat papan petunjuk lokasi sehingga memudahkan kita menuju ke lokasi. Tetapi perlu diingat bahwa jalan di Laweyan,Solo, tempat peristirahatan terakhir KH. Samanhudi termasuk sempit sehingga hanya muat untuk satu mobil. Masyarakat sekitar sangat ramah ketika ditanya dan menjelaskan lokasi makam KH.Samanhudi kepada orang awam yang tidak bisa berbahasa jawa.




Di Kampung Batik Laweyan,Solo terdapat 2 (dua) peninggalan KH. Samanhudi yaitu rumah dan makam Beliau. Rumah KH. Samanhudi adalah Presiden Soekarno Atas jasa KH. Samanhudi yang sangat besar dalam pergerakan nasional menentang Belanda. Ketika hidupnya KH. Samanhudi sebagai tokoh saudagar batik di Laweyan berjuang menyatukan para saudagar batik muslim bumiputera yang terutama berada di kawasan Laweyan untuk menghadapi kolonial Belanda yang pengaruhnya semakin kuat di dalam keraton.




Lokasi Makam KH. Samanhudi sebenarnya bersebelahan dengan kawasan kampung batik Laweyan, Solo yaitu di Desa Banaran, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Tetapi bila sedang berkunjung ke Laweyan waktu tempuh ke makam KH.Samanhudi hanya 8 menit dengan mengunakan kendaraan pribadi. Makam KH. Samanhudi berada di pemakaman umum, yang untuk masuk ke lokasi terdapat plang kecil tetapi gapura yang besarnya tertulis makam keluarga besar Mbah Buyut Wongsowidjoyo.

Ketika memasuki areal pesarean makam keluarga, peziarah harus terus berjalan ke arah kanan sehingga masuk di areal pemakaman umumnya. Terdapat kijing yang teduh sehingga peziarah dapat nyaman berdoa. KH. Samanhudi dimakamkan berdampingan dengan istri Beliau, Ny. Samanhudi.