Kumpulan Pantun Nasehat -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

Kumpulan Pantun Nasehat

Referensi
Tuesday, 7 January 2020
Pantun Nasehat - Sebenarnya Pantun Nasehat bukan genre baru dalam dunia perpantunan, karena hakekatnya pantun sendiri sudah mengandung nasehat baik dalam rima maupun isinya. Sejak zaman dahulu, pantun digunakan oleh para leluhur untuk menyampaikan nilai yang baik kepada generasi penerusnya. Hal it uterus dilakukan secara turun temurun. Hingga pantun kemudian bukan hanya menjadi budaya warisan leluhur melainkan menjadi karya seni jenis baru yang kini dipelajari di berbgaai tingkat pendidikan di Negara-negara berumpun melayu, seperti Indonesia. Pantun Nasihat semakin popular seiring dengan berkembangnya zaman. Bahkan saat ini pantun-pantun nasehat yang beredar berubah menggunakan bahasa yang lebih merakyat dan tidak terlalu formal. Sehingga lebih mudah diterima oleh generasi muda.

Meskipun demikian tidak dapat dipungkiri bahwa popularitas pantun tidak semembahana karya sastra lainnya, karena biasanya pantun hanya dinikmati untuk momen-momen tertentu. Bukan karya sastra yang bisa menimbulkan efek ketagihan, ceperti cerpen dan novel. Meskipun demikian, pantun tetap menjadi pembahasan yang menarik. Di bawah ini telah kami rangkum beberapa pantun nasehat yang berasal dari beberapa sumber terkemuka. Selamat menikmati
Kumpulan Pantun Nasehat 2015

KUMPULAN PANTUN NASIHAT TERBARU 2015

Sungguh indah pintu dipahat, Burung puyuh di atas dahan 
Kalau hidup hendak selamat Taat selalu perintah Tuhan

Buat apa berbaju batik kalau Tidak pake selendang 
Buat apa berwajah cantik Kalau tidak mau sembahyang

Serigala suka makan garam Dia makan pakai tiga moncong 
Rumah kumuh sangat seram Karena ada banyak pocong

Air dan api slalu berlawanan Langit dan bumi adalah berjauhan 
Kalau hati penuh kedengkian Siapalah orang yang akan mau berteman

Kalau bulan rindukan mentari Tentu malam akan rindu siang 
Kalau hati cinta Ilahi Tentu dirinya akan merasa tenang

Banyak bulan perkara bulan Tidak semulia bulan puasa 
Banyak tuhan perkara tuhan Tidak semulia Tuhan Yang Esa

Kehulu sungai gunakan rakit Dari bambu diikat kuat 
Bila ucapku buatmu sakit Maaf darimu sangat kuharap

Beli lemari yang sudah diukir Ukirannya bagus dari daerah Magetan 
Hidup di dunia janganlah kikir Orang kikir itu temannya SETAN

Pergi ke pasar beli bawang Beli bawang tidak pakai kulit 
Hati hati lah jadi orang jadi orang janganlah suka pelit

Belatuk di atas dahan Terbang pergi ke lain pokok 
Hidup mati ditangan Tuhan Kepada Allah kita bermohon 

Kalau bulan rindukan mentari Tentu malam akan rindu siang 
Kalau hati cinta Ilahi Tentu dirinya akan merasa tenang 

Kera di hutan terlompat-lompat Si pemburu memasang jerat 
Hina sungguh sifat mengumpat Dilaknat Allah dunia akhirat

Kapas dipintal menjadi benang Untuk dibuat si kain kafan 
Bila jamuan kurang berkenan Mohon maaf kami ucapkan

Anak ayam turun sepuluh Mati seekor tinggal sembilan 
Bangun pagi sembahyang subuh Minta doa kepada Tuhan

Kemuning di dlam semak Jatuh melayang ke dalam paya 
Meski ilmu setinggi tegak Tidak sembahyang apa gunanya

Pergi Haji ke Kota Mekah.. Jangan Lupa bawa Kedondong.. 
Orang yang Rajin sedekah. . Insya aLLoh masuk Surga dong..

Pak gani sedang merawat sapi. banyak sapinya hanya ada empat. 
Mari bershalawat kepada nabi. semoga kita Di beri syapaat 

Ada Tukang kayu membuat Peti Peti yang bagus berbahan kayu jati 
Mari bersihkan diri dan sucikan hati Jauhkan sifat dengki serta iri hati

Sungguhlah manis si buah nangka Makannya hati-hati karena ada getahnya 
Jauhkan diri untuk berburuk sangka Buruk sangka itu tdak baik akibatnya

Ada Anak gembala mncari rumput Tak peduli Panasnya terik disiang hari 
Apabla malaikat IZRAIL dtang mnjemput Kmanakah tmpat kta akan berlari

Pergi kepasar membeli itik pulang nya sambil beli gergaji 
Buat apa punya pacar cantik kalau tidak pernah sering mengaji

Anak ayam turunnya lima Mati seekor tinggal empat 
Kita hidup mesti beragama Supaya hidup tidaklah sesat

Harimau belang turun sekawan Mati ditikam si janda balu 
Ilmu akhirat tuntutlah tuan Barulah sempurna segala fardu

Nyiur mudah luruh setandan Diambil sebiji lalu dibelah 
Sudah nasib permintaan badan Kita dibawah kehendak

Dua tiga empat lima enam tujuh lapan sembilan
kita hidup takkan lama Jngan lupa siapkan bekalan

Terang bulan tarang bercahaya Cahaya memancar ke tanjung jati 
Jikalau hendak hidup bhagia Beramal ibadah sebelum mati

Anak ayam turun lapan Mati Seekor tinggal tujuh 
Duduk berdoa kepada Tuhan Supaya terang jalan seluyuh.

Daun terap di atas dulang Anak udang mati dituba 
Dalam kitab ada terlarang Yang haram janngan dicoba.

Bunga kenanga di atas kubur Pucuk sari pandan Jawa 
Apa guna sombbong dan takabur Rusak hati badan binasa

Burung pelatuk di atas dahan Terbang pergi ke lain pohon 
Hidup mati ditngan tuhan Kepada Allah kita bermohon.

Sayang sayang buah kepayang Buah kepayang hendak dimakan 
Mnusia hanya boleh merancang Kuasa Allah Menentukan

Kalau tuan pergi ke tuban Singgah semalam di Daka 
Shalat itu perintah Tuhan JIKA INGkaR masuk Neraka

Asam kandis asam gelugur Asam nukleat asam sulfat 
Menangis dipintu kubur Teringat badan tidak shalat

Orang barat pergi mengaji Ke braga jalan ke panti 
Meninggalkan shalat jadi berani Seperti raga tak akan mati

Kelapa tua dibelah belah Sudah dibelah lalu dikukur 
Sungguh banyak nikmat Allah Sifat mulia pandai Bersyukur

Bagaimanapun isinya, semoga anda merasa puas dengan artikel persembahan kami yang berjudul pantun nasehat. Dan jika ada satu dan lain hal yang tidak berkenan di hati anda semoga anda bisa memakluminya, karena pantun-pantun di atas dibuat sebagai nasehat yang mungkin baik untuk hidup anda. Terimakasih.