5 Mitos dan Pantangan Yang Harus Anda Tahu Sebelum Memutuskan Untuk Mendaki Gunung Lawu, Supaya Pendakian Anda Aman -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

5 Mitos dan Pantangan Yang Harus Anda Tahu Sebelum Memutuskan Untuk Mendaki Gunung Lawu, Supaya Pendakian Anda Aman

Referensi
Wednesday, 24 May 2017
Gunung Lawu yang berada di Karanganyar, Jawa Tengah, terkenal sebagai salah satu spot pendakian yang sangat menarik untuk para pemula. Walaupun tempatnya memiliki tinggi mencapai 3.265 meter diatas permukaan air laut, medan pendakian ke puncak gunung Lawu terbilang ramah untuk para pendaki, khususnya bagi pendaki pemula. Medan pendakian ke puncak gunung lawu memang tergolong ramah, namun anda jangan pernah menganggap remeh tempat tersebut. Sebagaimana pendakian ke gunung-gunung yang lainnya, anda harus tetap waspada dan menjunjung tinggi adat dan ketertiban yang berlaku. Dalam hal ini termasuk juga menghormati mitos-mitos yang memang sudah ada dan menjadi pantangan masyarakat setempat. Nah, kali ini saya akan berbagi beberapa beberapa mitos dan pantangan yang harus anda tahu sebelum memutuskan untuk mendaki ke gunung Lawu. Oleh karena itu, simak dengan baik-baik ya.

Image by : pixabay.com


1.    Kehadiran kupu-kupu yang mengeluarkan cahaya biru jadi pertanda bahwa anda diterima dengan baik oleh penghuni gunung Lawu. Beberapa pendaki yang pernah melakukan pendakian mengaku melihat kupu-kupu hitam yang dikelilingi oleh cahaya yang berwarna biru saat melakukan pendakian ke puncak gunung Lawu. Menurut apa yang diyakini oleh masyarakat setempat, hadirnya kupu-kupu tersebut menandakan bahwa pendaki itu ating dengan hati yang bersih dan diterima secara baik oleh para penghuni gunung.

Baca Juga :
6 Mitos Tentang Tubuh Manusia Yang Sudah Terlanjur Salah Kaprah, Tapi Masih Anda Percaya 
7 Mitos Ini Jangan Anda Percaya Disaat Anda Mengasuh Bayi 

2.    Burung jalak sang penunjuk arah akan membantu seluruh pendakian yang ating dengan hari yang bersih. Burung jalak ini adalah burung jelmaan yang dianggap sebagai penunggu gunung Lawu. Burung ini akan muncul dan memberi tanda untuk memdahkan para pendaki untuk sampai ke puncak gunung.
Menurut penuturan orang-orang, jalak ini cuma akan memberi petunjuk kepada para pendaki yang datang dengan hati yang bersih.

3.    Tidak boleh banyak mengeluh saat mendaki, sebab keluhan anda akan cepat terkabul seperti sebuah doa.

Apapun yang anda rasakan di dalam pendakian, usahakan supaya senantiasa menjaga sikap dan perkataan. Karena apa yang anda ucapkan itu seperti sebuah doa yang bisa jadi terkabul. Misalkan, anda mengeluh kepanasan ataupun kecapaian. Maka anda akan justru merasa semakin panas dan semakin capai. Jadi lebih baik anda simpan keluhan itu di dalam hati saja.

4.    Pantangan mendaki dengan jumlah yang gajil dan dilarang mendaki dengan menggunakan pakaian hijau.

Jika anda berniat mendali ke puncak gunung Lawu, maka usahakan agar anda tidak datang dengan jumlah orang yang ganjil. Konon, menurut berita yang tersebar, jumlah orang yang ganjil itu bisa membawa sial. Sudah banyak cerita yang mengisahkan tentang jumlah rombongan pendaki yang genap dan yang ganjil. Selain itu, usahakan anda tidak mengenakan pakaian yang bernuansa hijau, sebab warna tersebut identik dengan hal-hal mistis yang ada di daerah Jawa Tengah.

5.    Bukan hanya di gunung Merbabu, mitos tentang keberadaan pasar setan ternyata juga dikenal di gunung Lawu.

Selain di gunung Merbabu, ternyata ada juga mitos tentang pasar setan di gunung Lawu. Pasar setan adalah sebuah fenomena gaib dalam bentuk suara-suara yang ramai seperti di pasar yang sering didengar oleh para pendaki. Menurut sejumlah orang, jika anda mendengar suara-suara gaib tersebut, maka anda diharuskan memetik sehelai daun dan menjatuhkannya ke tanah.


Nah, itulah tadi kelima mitos dan pantangan yang ada di gunung Lawu. Namun sebenarnya jika dipikir-pikir dengan menggunakan akal sehat, maka mitos-mitos diatas bisa dibilang cukup rasional. Misalkan tentang larangan mengenakan baju berwarna hijau. Mungkin yang dimaksud disini, warna hijau akan menyamarkan antara orang dan pepohonan. Kalau pendaki tersebut tersesat, tentunya akan sulit sekali untuk ditemukan. Bagaimana sahabat sekalian? Apakah anda percaya? Percaya ataupun tidak itu kembali pada masing-masing orang. Yang paling penting adalah siapapun yang memutuskan untuk mendaki gunung, maka wajib ekstra hati-hati di dalam bersikap dan berucap. Apakah anda memiliki sikap yang menarik tentang gunung Lawu, jangan lupa disharing ya, supaya teman-teman lainnya bisa ikut menikmati. Dengan demikian, saya mengucapkan selamat mendaki!



Sumber Rujukan : Hipwee.Com