8 Mitos Hubungan Yang Menandakan Bahwa Pasangan Bahagia, Namun Benarkan Demikian? -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

8 Mitos Hubungan Yang Menandakan Bahwa Pasangan Bahagia, Namun Benarkan Demikian?

Referensi
Tuesday, 23 May 2017
Kenapa si dia tidak pernah jemput anda ya? Apakah kalian sedang marahan? Kok anda tidak pernah bercerita tentang pasangan anda? Sebenarnya anda bahagia atau tidak sih bersama dengan dia? Kita seringkali dicekoki bahwa kalau tidak begini dan begitu, itu menunjukkan bahwa hubungan anda dengan si dia sedang tidak bagus. Bahwa jika pendapat selalu berbeda, lebih baik menyudahi hubungan saja. Bahwa kalau anda dan dia memiliki ketertarikan yang sama, itu menunjukkan bahwa memang kalian cocok dari sananya. Ataukah anda harus ini dan itu agar hubungan anda dengan dia bisa langgeng hingga pelaminan, bahkan sampai dengan ajal menjemput.


Image by : pixabay.com

Nah, inilah hal-hal yang telah terlanjur dipercaya oleh banyak orang sebagai sebuah indikatr pasangan yang bahagia dan akan langgeng dalam waktu yang lama, padahal sebenarnya hanya mitos saja. 

1. Harus memiliki ketertarikan pada hal yang serupa, agar obrolan bisa nyambung terus. Padahal perbedaan itu malah justru bisa menjadikan hubungan kalian semakin berwarna. Kalau anda seorang dokter, maka sebaiknya anda mencari pasangan yang seorang dokter pula. Disamping kalian mempunyai ketertarikan pada hal yang serupa sehingga bisa lebih nyambung saat ngobrol, anda dan dia juga akan lebih gampang untuk saling memahami satu sama lain. Kalau anda dokter, jangan mencari pasangan yang profesinya seorang seniman. Nanti bakalan tidak nyambung dan akan berakhir pada kegagalan. Nah, seringkali hal ini mudah dipercaya. Bahwa anda dan dia, minimal mempunyai satu ketertarikan di hal yang sama. Padahal perbedaan itu justru bisa menjadikan hubungan lebih berwarna. Ketertarikan kalian di hal yang berbeda, bisa jadi alat tukar cerita yang membuat hubungan semakin hangat.

Baca Juga :
Berkaitan Dengan Pohon, 5 Mitos Ini Masih Dipercaya Di Indonesia
Mengungkap Mitos Vs Fakta Seputar Kehamilan Yang Sering Dibicarakan Orang

2. Harus paham sepenuhnya terhadap perasaan dari pasangan masing-masing, sebagai tanda saling sayang sepenuhnya. Padahal sebetulnya semuanya itu harus dikomunikasikan supaya tidak terjadi salah paham. Agar kalian bisa dikatakan sebagia pasangan yang bahagia yang akan langgeng selama-lamanya, anda juga dituntut untuk senantiasa memahami perasaan dari pasangan masing-masing. Itulah yang menjadi sebuah tanda dan bukti bahwa anda sayang pada pasangan. Dengan demikian baik anda ataupun dia, tidak perlu lagi mengkomunikasikan apa yang anda rasakan dan anda butuhkan. Anda dan dia wajib harus bisa jadi penyayang, yang dapat membaca pikiran dari pasangan hanya dengan cara melihat matanya. Padahal persolan apapun juga memang harus segera dibicarakan, Supaya tidak ada salah satu pihak yang gagal paham, dan perasaan masing-masing bisa terungkapkan.

3. Tak pernah membantah apa kata dari pasangan, dan oleh karenanya tak pernah bertengkar. Pasangan yang bahagia juga pernah bertengkar, lalu saling memaafkan. Terutama untuk perempuan, seringnya dilarang untuk membantah apa yang dikatakan pasangan. Anda harus selalu menurut dan bilang iya-iya saja, sebab pasangan anda tahu mana yang lebih baik untuk hubungan kalian. Dengan begitu, hubungan anda akan jauh dari masalah seperti pertengkaran dan perdebatan. Pasangan yang bahagia jelas yang senantiasa mesra dan tak pernah bertengkar. Mitos ini jelas tak bisa dipertanggung jawabkan sepenuhnya. Merupakan hal yang wajar jika ada perbedaan pendapat. Sekali atau dua kali pertengkaran itu memang biasa, sebab memang tidak selamanya kalian akan sejalan. Bertengkar, dan memaafkan justru akan jadi suatu tanda bahwasanya anda dan dia sama-sama sudah dewasa.

4. Melakukan apapun juga harus secara bersama, sebab hidup satu hanya untuk yang lainnya. Padahal hubungan itu juga membutuhkan ruang untuk bisa sama-sama berkembang. Ih kompak banget mereka berdua. Kemana saja selalu berdua. Lengket abis. Pasti mereka akan jadi pasnagan yang langgeng. Lancarnya komunikasi menjadi sebuah kunci berhasil tidaknya suatu hubungan. Memang benar bahwa anda selalu mengharapkan pasangan anda selalu menemani anda di dalam suka maupun duka. Anda juga akan bahagia kalau pasangan anda selalu setia menemani anda kema saja. Namun tidak berarti bahwa anda dan pasangan anda lebih sering menghabiskan waktu secara sendiri-sendiri, itu bukanlah pasangan yang bahagia. Toh anda dan dia memiliki hidup masing-masing, dan cita-cita sendiri yang harus segera dikejar. Kalian berdua sama-sama membutuhkan ruang, untuk bisa mengembangkan diri jadi sosok yang lebih baik dari sebelumnya.

5. Sama-sama romantis, dan tidak terlihat mesra di setiap suasana. Padahal cinta itu sebenarnya bisa diwujudkan dengan bermacam cara, tidak Cuma manisnya kata-kata. anda kapan sih bisa romantis seperti cowok-cowok drama korea? Orang seringkali menyamakan arti pasangan yang bahagia dengan romantismen semata. Kalau terdapat pasangan yang tampak mestra dan sering-sering mengumbar kata-kata cinta, kesimpulan bisa dengan mudah diambil, bahwa mereka merupakan pasangan yang begitu saling menyayangi dan bahagia. Padahal sebenarnya itu belum tentu juga. Kata-kata yang sangat indah belum tentu mewujudkan bentuk cinta yang dalam. Cinta masih bisa diwujudkan dalam bentuk-bentuk lainnya yang tidak kalah indah. Perwujudan cinta dari kata hanyalah salah satunya saja. Tindakan dan kesediaan untuk senantiasa bersama di dalam senang maupun susah, sudah lebih dari perwujukan kata-kata cinta itu sendiri. Lagipula, kalau pasangan anda memang bukan orang yang romantis, pastinya akan susah untuk mengharapkan perlakuan-perlakuan yang manis. Tentunya itu bukan dikarenakan dia tidak mencintai anda, namun karena dia memiliki acara sendiri untuk menunjukkan cintanya.

6. Harus mempunyai pandangan yang sama atas berbagai macam hal, sebab itulah yang bisa mempersatukan. Padahal pertukaran pikiran justru bisa menjadikan hubungan makin erat dan kuat. Sama halnya seperti ketertarikan kepada suatu hal, pasangan yang berbahagia juga seringkali diartikan sebagai pasangan yang selalu merasa kompak dan sepaham kepada segala hal. Dengan segala macam bentuk pemahaman bersama ini, anda dan pasangan juga tidak pernah bertengkar apalagi berdebat. Padahal pendapat yang berbeda justru bisa dijadikan sarana untuk saling bertukar pikiran. Dari sana, pemikiran dan pengetahuan anda bisa saja makin berkembang. Dengan demikian, hubungan kalian selalu berkembang, dengan berkomunikasi dengan cara yang baik, dan masing-masing saling belajar untuk bisa mengharga perbedaan pendapat.

7. Harus senantiasa berkorban untuk pasangan, sebab itulah arti cinta yang sesungguhnya. Padahal hubungan itu juga harus dipikirkan secara rasional. Lalu anda juga diberi tahu, bahwa inti dari sebuah hubungan adalah pengorbanan. Cinta itu adalah pengorbanan. Oleh sebab itu, kalau anda masih egois dan tidak mau berkorban untuk pasangan anda, maka anda tiak akan bisa lebih lama mempertahankan hubungan. Memulai hubungan, memang bermakna kita mengikis sedikit demi sedikit sifat egois kita agar kita lebih bisa menghargai pasangan kita. Tapi hubungan itu juga membutuhkan suatu logika yang rasional. Ada batasan yang jelas, tetang sejauh mana pengorbanan itu bisa diberikan. Lagipula, hubungan itu wajib dipertahankan oleh dua orang. Bila Cuma satu orang saja yang terus-menerus berkorban, sementara yang lainnya tidak pernah memperjuangkannya, untuk apa? Kesamaan dalam segala hal, kemesraan dan juga selalu bersama bersama tidaklah bisa jadi patokan apakah seseorang itu bahagia dengan hubungannya atau tidak. Selalu kompak dan mesra, kemana saja bersama, belum tentu itu akan bisa berlangsung dalam waktu yang lama. Sementara yang masing-masing lebih banyak menghasilkan waktu sendiri, tidak pernah terlihat mesra-mesraan, belum tentu pula bisa dikaterogikan sebagai pasangan yang segera berpisah. Namun disini yang lebih penting adalah, anda tidak perlu repot memakai standar orang lain yang memperolah bahagia. Sebab hubungan itu yang mengalami adalah kalian berdua. Bahagia ataupun tidak, hanya anda dan dialah yang merasakannya.