Apakah Anda Bahwa Tekanan Itu Adalah Motivasi Paling Ampuh? -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

Apakah Anda Bahwa Tekanan Itu Adalah Motivasi Paling Ampuh?

Referensi
Monday, 15 May 2017
Semua orang pasti punya motivasi. Namun apakah semua motivasi tersebut bisa digapai? Kenapa demikian? Seorang penulis dari Hipwee.com pernah berbagi pengalamannya. Dia bercerita bahwa dirinya jadi seorang marketer ‘MLM’. Profesi ini sangat erat sekali kaitannya dengan yang namanya motivasi. Karena kami mengikuti beberapa seminar rutin dari para leader yang sudah sukses loh. Disamping menjadi pelaku utama, penulis tersebut juga jadi pengamat situasi.

Image by : pixabay.com


Menurutnya pengalaman ikut dalam seminar ‘MLM’ itu cukup luar biasa mengcengangkan. Peserta yang berasal dari kalangan paling bawah, kalangan menengah sampai kalangan paling atas benar-benar sudah terbawa oleh arus motivasi yang dikobarkan oleh pembicara. Impian-impian yang mewah dan istimewa ditawarkan untuk membakar gelora semangat para peserta saat itu. Namun layaknya profesi lainnya, jadi seorang marketer itu tidaklah semudah yang kita bayangkan.

Baca Juga :
3 Cara Yang Biasa Dilakukan Orang-Orang Sukses Dalam Memanfaatkan Waktunya Selama 24 Jam
7 Tips Ini Membantu Pria Modern Meredakan Stres

Kenyataannya praktek di lapangan tidak semudah yang dibayangkan. Beberapa motivasi yang diberikan pun kelihatannya tidak cukup untuk menjadi sebuah dongkrak bagi semangat-semangat yang telah turun. Hasilnya dari beberapa orang saja yang mampu mempertahankan motivasinya di lapangan, dari ratusan peserta yang hadir di seminar. Kesimpulannya, para peserta dengan finansial yang aman hari ini tidak akan cukup terbakar hanya dengan sebuah motivasi ingin sukses.

Penulis melakukan pengamatan ke beberapa orang yang justru berasal dari kalangan bawah lebih mampu termotivasi sebab mereka tak hanya sekedar punya motivasi untuk sukses saja, namun juga tekanan hidup. Tekanan merupakan sebuah motivasi yang alami. Lalu bagaimanakan ini semua bekerja? Yuk kita lihat sama-sama ! Diibaratkan seorang anak kos yang sedang kehabisan pakaiannya (artinya pakaian kotor), ya opsi satu-satunya hanya mencuci pakaian sendiri.

Salah satu tekanan yang membayang-bayangi hidup kita adalah masa sih kita mau tidak menggunakan celana, atau menggunakan celana bekas yang kemarin. Padahal selesai jogging loh, bayangin deh..nggak lah ya..., nah inilah tadi contoh tekanan dari hidup yang akhirnya menimbulkan aksi yang nyata. Di dalam sebuah sirkus, kita semua pasti sudah tahu dengan cerita dari singa dan cambuk, terkadang kita sering meremehkan singa itu luluh sebab tertatih dan bukan terdidik.

Hal ini bisa terjadi sebab singa takut dengan cambuk. Padahal sebetulnya asosiasi ini ternyata juga menimpa pada diri kita lho. Kita sebagai seorang mahasiswa ini misalnya, sangat identik dengan tugas kuliah, banyak, dan membosankan, serta menyita banyak waktu untuk bermain. Padahal sebenarnya tugas kuliah itu kan sebuah tekanan alami sebagai seorang mahasiswa. Kalau anda tidak ingin mendapatkan tekanan seperti itu ya mending tidak usah jadi mahasiswa.

Dan kesimpulan dari semua itu hanyalah ego saja dari mahasiswa tersebut. Tentunya sebuah tekanan yang terjadi sebenarnya itu malah menjadikan diri kita banyak belajar sesuatu. Coba kita bayangkan sekarang, di saat mahasiswa sedang tidak terbebani oleh tugas-tugas kuliah yang jadi keluhan selama ini, maka anggap lah anda sedang kuliah satu semester kosong. Maka disini anda bisa tenang bukan? Nyaman dan bebas.

Namun disini jika kita jujur, maka dengan tidak ada tugas kuliah tersebut, otomatis kita tidak dapat apa-apa dan tidak akan kemana-mana. Lalu cobalah kita mengamati profesi. Dimana secara normal jam kerja seorang karyawan sudah ditentukan jam 8 pagi. kalau kita saling bertanya apa yang jadi motivasi bagi seorang karyawan bisa bangun lebih pagi setiap harinya?

a. Apakah karena tergugah oleh dorongan dan tanggung jawab sebagai seorang karyawan? atau
b. Karena takut dimarahi oleh bos sebab terlambat?

Saya kira hampir sebagian besar orang sudah tau jawabannya apa, dan sebagian pasti menjawab opsi yang nomor dua. Lalu kesimpulannya adalah, apa perbedaannya dengan panutan singa yang selama ini seringkali kita anggap remeh? Sebab sebenarnya sama saja. Wirausaha....Emmm, kalau kita mengamati seorang wirausaha, maka kita melihat dia bisa bebas melakuakn apapun yang dia sukai dan dia inginkan.

Hallo sahabat, yang kini jadi sorotan kita itu adalah wirausaha yang sudah sukses lho, yang sudah mapan, yang sudah punya nama besar, yang sudah berhasil, yang sudah jadi sebuah telur pada ujung tombak sebab jadi yang paling depan dari tekanan yang menghampiri. Kita bisa kita lihat itu hasilnya, kita juga tidak pernah melihat prosesnya. Proses adalah sebuah waktu yang paling penting. Dimana disana seluruh tekanan sukses jadi sebuah motivasi bagi para wirausaha.

Bunusnya proses ini tidak terkena sorotan dari media, sehingga tidak semua orang bisa tahu. Wirausaha merupakan sikap. Jadi seorang wirausaha tidak hanya mengandalkan ego saja dan kebanggaan. Bukan karena dapat membuat lapangan usaha sendiri. Tantangan jadi seorang wirausaha adalah sebagaimana kita dapat memberikan tekanan ke dalam diri kita sendiri dan menjadikannya sebuah motivasi.

Berwirausaha merupakan sikap seorang juara, sebab mengerjakan tekanan dari diri sendiri itu tidaklah semudah mengerjakan tekanan dari orang lain. Diantara terdidik dan tertatih....Apa yang sedang penulis pikirkan adalah bla bla...semua orang menyukai kenyamanan, semua orang juga bilang bahwa kita harus bisa keluar dari zona nyaman. Namun yang jadi persoalan disini, tidak semua orang bisa menjabarkan caranya.

Maka disini penulis coba untuk berbagi yang kira-kira bisa dibagikan, layaknya menjadikan seorang musuh sebagai sebuah support, layaknya menjadikan tekanan sebagai sebuah motivasi, yakni dengan cara merubahnya ke dalam sudut pandang yang positif. ‘’Tekanan yang dipikir secara positif merupakan sebuah motivasi yang sempurna’’

Sumber : Hipwee.Com