10 Kebiasaan Kecil Yang Justru Memicu Timbulnya Diabetes -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

10 Kebiasaan Kecil Yang Justru Memicu Timbulnya Diabetes

Referensi
Thursday, 15 June 2017
Di dalam hidup ini berlaku hukum ‘’tabungan’’. Apa – apa yang kita lakukan maka hal itu akan menjadi tabungan di masa yang akan datang. Apa yang sudah kita tabung sedikit demi sedikit akan kita rasakan hasilnya selama beberapa tahun kemudian. Siapa nyana kalau ibu bisa semakin meningkatkan resiko diabetes?

maxpixel.freegreatpicture.com

1. Teh Manis

Bagi anda yang penasaran, maka penjelasannya sangatlah sederhana. Asupan gula yang sangat tinggi mengakibatkan kadar gula darah juga melonjak tinggi. Belum lagi risiko akan berlebihnya kalori. Tahukan anda bahwa satu gelas teh manis terdapat sekitar 250-300 kalori dan itu tergantung pada kepekatannya. Dari hasil meminum teh manis saja anda sudah memperoleh 1.000 – 1.200 kalori. Balum lagi kalau anda rutin makan tiga kali sehari beserta dengan lauk pauknya. Agar anda bisa terhindar dari diabetes, maka ada beberapa asupan pengganti seperti air putih, teh tanpa gula, ataupun batasi mengonsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh saja setiap harinya.

Baca Juga :
Apakah Anda Banyak Makan Manis? Bila Iya, Inilah Efeknya Pada Tubuh Satu Jam Kemudian
Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi Kolesterol

2. Goreng-Gorengan

Dikarenakan bentuknya yang kecil, satu gorengan tidaklah cukup untuk kita. Padahal gorengan itu merupakan salah satu faktor yang sangat beresiko tinggi terhadap serangan penyakit degeneratif seperti diabetes melitus, kardiovaskular dan juga stroke. Yang menjadi penyebab paling utama dari penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya sumbatan di pembuluh darah koroner, dan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia merupakan kelainan metabolisme lipid yang ditunjukkan dengan meningkatnya kadar kolesterol total, kolesterol jahat atau LDL, trigliserida serta penuruan kadar kolesterol baik atau HDL di dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia yang terdapat di masyarakat diakibatkan oleh kebiasaan mengonsumsi bermacam makanan yang rendah serta dan juga tinggi akan lemak, termasuk juga gorengan. Sebagai bahan penggantinya, anda bisa menggunakan pie buah ataupun kacang jepang.

3. Hobi Ngemil

Kita seringkali mengira bahwa dengan cara membatasi makan siang ataupun makan malam makan akan terhindar dari obesitas ataupun diabetes. Dengan alasan belum kenyang, perut terus diisi dengan sepotong dua potong cemilan seperti keripik kentang dan biskuit. Padahal sebenarnya makanan tersebut dan makanan-makanan manis jenis yang lain mengandung hidrat arang yang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadari. Seluruh makanan itu dikategorikan ke dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Selain itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya memiliki peranan di dalam menaikkan kadar gula di dalam darah. Sebagai penggantinya maka anda bisa memotong-motong buah yang segar.

4. Kurangnya Waktu Tidur

Kalau anda tidak mendapatkan kualitas tidur yang baik, maka metabolisme anda akan terganggu. Dari hasil riset yang dilakukan oleh University of Chicago mengungkapkan bahwa kurang tidur selama 3 hari akam mengakibatkan kemampuan tubuh di dalam memproses glukosa menurun secara drastis. Ini artinya, risiko terkena diabetes akan semakin tinggi. Kekurangan waktu tidur juga bisa merangsang sejenis hormon dalam darah yang akan memicu nafsu makan. Karena didorong oleh rasa lapar, maka orang memiliki gangguan terahdap tidurnya akan mudah sekali terpicu untuk makan makanan yang berkalori tinggi yang tentu saja ini akan menaikkan kadar gula. Lalu apa solusinya? Solusinya anda hanya perlu tidur cukup dan tidak kurang dari 6 jam setiap hari, atau lebih baik lagi jika anda tidurnya 8 jam perhari.

5. Malas Melakukan Aktivitas Fisik

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kasus terjadinya diabetes khususnya di negara-negara Asia akan naik sehingga sekitar 90 persen dalam 20 tahun ke depan. Di dalam 10 tahun belakangan ini, jumlah orang yagn terkena diabetes di Hanoi Vietnam berlipat ganda. Penyebabnya di kota ini masyarakatnya lebih memilih untuk menaiki kendaraan bermotor dibandingkan dengan naik sepeda. Hal tersebut pernah diungkapkan oleh Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk penyakit tidak menular di kawasan pasifik barat.

Kesimpulannya, orang-orang yang aktivitas fisiknya sedikit lebih berisiko mengalami obesitas yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan orang-orang yang rajin berjalan kaki, bersepeda, ataupun bermacam aktivitas fisik lainnya. Lalu apa solusinya untuk masalah ini, anda bisa melakukannya sembari bekerja. Seperti bersepeda saat pergi kantor, lebih memilih menggunakan tangga daripada lift, meluangkan waktu untuk jalan-jalan ke luar ruangan kantor disaat jam istirahat tiba dan masih banyak lagi.

6. Sering Mengalami Stres

Jika diibaratkan, stres hampir sama dengan banjir. Banjir itu harus dialirkan supaya tidak terjadi banjir yang lebih besar. Disaat stres datang, maka tubuh kita akan mengalami peningkatan produksi hormon yakni epinephrine dan kartisol. Hal ini bertujuan agar gula dara meningkat dan mencadangkan energi untuk beraktivitas. Semuanya memang sudah berjalan sedemikian rapi dengan maksud tujuan yang baik. Akan tetapi jika gula darah terus meninggi diakibatkan oleh stres terus menerus, maka sama saja anda sedang membunuh diri sendiri. Untuk solusinya, anda bisa berbicara kepada orang-orang yang sering dianggap bermasalah ataupun anda bisa bercerita kepada sahabat dekat.

7. Kecanduan Rokok

Sebuah penelitian yang dilaksanakan di Amerika yang berhasil melibatkan sekitar 4.572 relawan pria dan wanita telah menemukan bahwa risiko perokok yang aktif terhadap penyakit diabetes mengalami kenaikan sebesar 22 persen. Disebutkan juga bahwa naiknya risika tidak hanya diakibatkan oleh rokok, namun kombinasi dari bermacam gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan yang dikonsumsi dan berolahraga. Untuk menggantikannya, anda bisa memakan perman bebas gula. Dan cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Carilah ahli hipnoterapi yang telah berpengalaman dan memiliki sertifikat resmi.

8. Memakai Pil Kontrasepsi

Pada umumnya pil kontrasepti terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, ataupun progestin saja. Pil kombinasi seringkali mengakibatkan perubahan kadar gula darah. Menurut Dr Dyah Purnamasari S,Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja dari insulin. Karena kerja dari insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras lagi untuk memproduksi insulin. Kalau terlalu lama dibiarkan, maka pankreas akan menjadi lebih letih dan tidka berfungsi secara baik. Solusinya adalah membatasi waktu pemakaian pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.

9. Takut Kulit Menjadi Hitam

Menurut jurnal Dabetes Care, wanta yang terbiasa dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium akan memiliki risiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Disamping berasal dari makanan, sumber vitamin D yang paling baik ada pada sinar matahari. Tahukah anda bahwa selama 20 menit paparan sinar matahari pagi sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamn D selama tiga hari anda. Sedangkan beberapa hasil penelitian terbaru, salah satunya yaitu yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology menerangkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan sistem metabolisme tubuh, termasuk juga gula darah. Solusinya yaitu dengan menggunakan krim tabir surya sebelum berjemur dibawah sinar matahari pagi selama 10 – 15 menit.

10. Keranjingan Soda

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh The Nurses Health Study II terhadap 51.603 wanita pada usia 22-44 tahun, telah ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman yang bersoda akan membuat berat badan semakin bertambah dan risiko terkena diabetespun akan semakin tinggi. Para ahli mengatakan, naiknya risiko itu terjadi disebabkan oleh kandungan pemanis yang terdapada pada minuman bersoda. Disamping itu, asupan kalori cair ternyata tidak akan membuat kenyang, sehingga hal ini yang akan terus mendorong untuk meminum lebih banyak lagi.




Sumber : Kompas.Com