5 Keluarga Terkaya di Indonesia -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

5 Keluarga Terkaya di Indonesia

Referensi
Friday, 14 July 2017
Baru-baru ini Bank Dunia mengeluarkan sebuah rilis berdasarkan hasil studi, bahwa 10 persen orang terkaya di Indonesia, akan dari angkat tersebut sekitar 77 persennya merupakan total kekayaan nasional. Hal penilaian tadi berdasarkan data total kekayaaan nasional pada tahun 2015. Yang menarik disini, sebagian besar dari konglomerat-konglomerat tersebut merupakan mereka-mereka yang menjalankan bisnis keluarga. Pertanyaannya, siapa saja siah mereka ini? Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang 5 Keluarga Terkaya di Indonesia.

Image : flickr.com

Ini merupakan salah satu ilustrasi bagaimana mengguritanya perusahaan-perusahaan konglomerasi yang masuk dalam tiap sendi kehidupan kita dalam masyarakat Indonesia setiap hari. Mari langsung saja kita pada keluarga pertama :

1. Michael dan Budi Hartono

Ini merupakan orang-orang yang selalu saja menjadi langganan orang-orang terkaya di Indonesia. Baik itu untuk berbagai versi. Baik itu untuk The Reaches Man in Indonesia, bloomberg billionaires maupun juga Forbes. Mereka selalu masuk ke dalam seluruh kategori tersebut. Lalu berapakah total kekayaan dari keluarga Michael dan Budi Hartono? Kekayaan mereka mencapai 207,9 trilliun rupiah. Namun ketika anda mungkinn tidak terlalu familier dengan Michael dan Budi Hartono, karena mungkin sangat segmentif dengan nama-nama tersebut, namun jika disebutkan nama ini anda pasti tahu.

Sebut saja PT. Djarum, mereka adalah keluarga yang berasal dari kudus dan mereka merupakan salah satu yang memiliki bisnis utama di sektor tembakau. Jadi mereka bermain di rokok baik itu rokok filter maupun kretek. Perusahaan Djarum memang berdiri sudah sangat lama sekali yaitu sejak tahun 1950-an mereka sudah mendirikan perusahaan ini. Dan mereka merupakan penerus dari usaha orang tuanya sejak berdirinya. Tidak berhenti sampai disitu saja, ternyata mereka juga memiliki instink bisnis yang tidak hanya terpaku di bisnis tembakau ataupun rokok, tapi merekapun juga melakukan sebuah diversifikasi.

Di dalam bisnis diversifikasi itu menjadi penting, dan setiap peluang tentunya ingin ditangkap dan itu semua memerlukan hitung-hitungan bisnis yang maksimal. Disini pebisnis harus tahu berapa investasi, berapa return yang bisa didaptkan. Karena ternyata mereka akhirnya membeli saham di Bank BCA atau singkatan dari Bank Central Asia. Dan Bank Central Asia merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia atau swasta terbesar di Indonesia serta berkapitalisasi terbesar di Indonesia. Dan BCA juga merupakan salah satu emiten Blue Chip yang kerap menjadi koleksi investor di pasar saham. Dan kalau kita berbicara mengenai BCA, mungkin anda hanya tahu bahwa itu hanyalah sebuah BCA sebagai fee base income misalnya. Tapi kita menyebutkan nama-nama ini, bagi anda perempuan-perempuan pasti tahu ada Grand Indonesia, kemudian ada Hotel Kempinski, kemudian ada Menara BCA, anda tahu tempat-tempat tadi posisinya dimana?

Lokasinya tepat di bundaran Hotel Indonesia. Jelas sekali bahwa lokasi tadi sangatlah strategis dan pemiliknya ya kedua orang tadi. Jadi ketika anda melewati atau anda berbelanja di salah satu gedung ini, dan melihat sendiri megahnya gedung-gedung tersebut, tentunya kita akan wajar jika kedua orang tadi menjadi orang terkaya di Indonesia. Mereka pun masuk juga di bisnis online. Salah satu sahamnya ada di Kaskus. Sehingga disimpulkan bahwa masivnya konglomerasi ini menjadi klan Harton atau klan Djarum menjadi salah satu, orang ataupun keluarga terkaya di Indonesia.

2. Keluarga Wonowidjojo

Wonowidjojo saat ini dipimpin oleh Sulilo Wonowidjojo dan ini merupakan klan dari Gudang Garam. Dan beda atau selisih kekayaannya berbeda dengan yang nomor satu tadi haitu sekitar 74 Trilliun rupiah. Dan mereka merupakan keluarga besar yang berasal dari Kediri dan sama-sama bermain di sektor bisnis tembakau. Dan mungkin anda merupakan salah satu pengkonsumsi rokoknya. Tentunya bagi anda para perokok pastinya sudah tidak asing lagi dengan nama Gudang Garam dan juga Djarum seperti pada nomor pertama. Keluarga Wonowidjojo juga bermain di sektor transportasi niaga yaitu Surya Air.

Mereka pun memiliki salah satu sektor bisnis hiburan dan perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan tertua dan terbesar di Indonesia dalam produksi rokok. Perusahaan Gudang Garam ini berada di Kediri memproduksi rokok filter maupun kretek. Merekapun juga memiliki fasilitas percetakan kemasan rokok, disamping itu juga Wonodidjojo memiliki dua perusahaan utama yaitu PT. Surya Pemenang yang memproduksi kertas karton untuk kemasan dan juga ada PT. Surya Nadistrido sebagai distributor tunggal produk PT. Gudang Garam Tbk. Dan dua perusahaan lain yang secara komersial juga tampaknya sudah beroperasi yaitu Graha Surya Media yang bergerak dalam bidang jasa dan hiburan termasuk juga perusahaan Surya Air tadi yang sudah saya singgung sebelumnya.

3. Keluarga Salim

Apakah anda penggemar Indomie yang sangat laris dan jadi salah satu makanan favorit masyarakat? Jika anda tahu, tentunya anda sudah tidak asing dengan nama yang satu ini. Ya, dialah Antoni Salim. Saat ini perusahaan memimpim perusahaan mereka yang merupakan salah satu keluarga terkaya dengan brand besar mereka yaitu korporasi Indofood. Liem Sioe Liong ataupun juga Sudono Salim merupakan salah satu yang merintis perusahaan ini kemudian besar dengan perusahaan yang bermain di sektor utamanya seperti Bogasari ataupun juga makanan-makanan dalam bentuk mie.

Mereka pun juga memiliki saham di Bank BCA seperti halnya keluarga Djarum tadi. Lalu mereka juga memiliki Indo Agri. Dan tidak hanya itu, menariknya untuk Indofood sukses Makmur misalnya, mereka juga memiliki CPO. Jadi mereka ini sangat masiv untuk perkebunan, kemudian juga makanan dan mereka masuk ke semua lini dari hulu hingga hilir dan terkesan tidak mau bagi-bagi. Mereka mengurus semuanya sendiri dan mereka mempunyai Indo Agri sebagai pengurus perkebunannya lalu mereka olah dan bahan jadinya mereka beli sendiri. Jadi semenjak bahan masih mentah, diproses sampai barang jadi mereka jual. Mereka pun tidak hanya bermain di dalam negeri, mereka pun membangun pabrik di Turki. Indofood juga akan mendirikan empat pabrik lagi.

Dana sebesar 1,6 trilliun rupiah pun disiapkan dan ini akan menjadikan perusahaan semakin besar. Sehingga perusahaan mereka tidak hanya terkenal di dalam negeri saja, namun mereka juga semakin dikenal di seluruh dunia. Dan semua itu maklum saja karena Indofood memang sedang gencar-gencarnya melakukan penetrasi pasar. Tidak lama lagi Indofood juga akan membangun pabrik dalam 3 atau 4 tahun kedepan terutama untuk pabrik Indofood. Presiden Direktur Indofood Antoni Salim mengakui hal itu, dan dia menyebut bahwa pabrik akan fokus memproduksi mie instant ataupun nodle atau juga bisa digunakan untuk bisnis indofood yang lain seperti susu hingga makanan bayi.

4. Keluarga Eka Cipta Widjaja

Total kekayaan keluarga ini mencapai 71,5 trilliun rupiah. Seperti yang kita tahu bahwa Sinar Mas merupakan brand yang sangat besar. Mereka memiliki memiliki bank yaitu Bank Sinarmas, perkebunan yaitu APP yang merupakan perusahaan yang memproduksi kertas, dan mereka juga bermain di sektor properti seperti BSD City atau Bumi Serpong Damai. Dimana BSD merupakan perusahaan ataupun korporasi properti dengan land bank terbesar di Indonesia. Jadi tidak ada satupun perusahaan properti yang memiliki lahan seluas Bumi Serpong Damai. Dan dia membuat sebuah konsep Non Stop Living disitu mulai dari Mall hingga tempat tinggal.

5. Keluarga Riady

Posisi terakhir orang terkaya di Indonesia ditempati oleh Keluarga Riady. Mochtar Riady merupakan salah satu pendiri dari Lippo Group dan total kekayaannya mencapai 29,7 trilliun rupiah. Brand-brand berikut ini pasti sudah anda tahu seperti Lippo Group. Siapa yang tidak tahu dengan Lippo Karawaci dan lain sebagainya. Lalu perusahaan berikutnya ada Matahari Mall lalu ada juga Matahari Mall.com. lalu perusahaan selanjutnya yang dimiliki oleh Mochtar Riady salah satunya adalah Siloam Hospital. Keluarga ini pun juga memiliki beberapa stasiun televisi.

Setelah kita lihat dari keluarga-keluarga tadi adalah bahwa mereka memiliki konsep yaitu mereka begitu tahu dalam menangkap peluang dan mereka pun tahu bagaimana cara mentrade sebuah regenerasi bisnis.



Sumber : CNN Indonesia