Gunung Bromo, Wisata Alam Yang Eksotis -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

Gunung Bromo, Wisata Alam Yang Eksotis

Referensi
Saturday, 15 July 2017
Disini memang menjadi tempat favorit bagi para wisatawan untuk menikmati keindahan matahari terbit dan lautan pasir Gunung Bromo. Meskipun suhu disini berkisar antara 3 sampai 20 derajat celcius, tapi sepertinya hal ini sangat sebanding dengan pemandangan yang akan kita dapatkan. Tapi siapa sangka, dengan keindahan alam yang seperti ini ternyata Gunung Bromo ini tumbuh di dalam kaldera Gunung Burma yang namanya sama dengan suku yang tinggal di daerah ini.

Image : pexels.com

Keindahan alam Gunung Bromo memang menjadi magnet bagi siapa saja yang ingin menyaksikan kebesaran Sang Pencipta. Matahari terbit, gugusan gunung, serta lautan pasirnya dapat memanjakan mata siapa saja yang melihatnya. Gunung Bromo merupakan salah satu gunung api yang masih aktiv yang masuk dalam bagian  pegunungan api Sirkumediterania yang memanjang dari Pegunungan Himalaya hingga ke laut Banda.

Baca Juga :
Gunung Karang Para Jadi Spot Wisata Selfie Baru di Sukabumi
Misteri Gunung Salak Yang Mungkin Belum Anda Ketahui  

Nama Gunung Bromo berasal dari bahasa Sangsekerta atau Jawa Kuno yaitu Brahma. Yang merupakan salah satu dewa utama dalam candi hindu. Gunung Bromo merupakan salah satu anak gunung yang tumbuh dari kaldera sisa letusan gunung purba pada masa lalu yang bernama Gunung Tengger dengan ketinggian mencapai 4.000 meter diatas permukaan laut. Sehingga pada saat itu gunung ini menjadi gunung tertinggi pada saat itu.

Tumbuhnya Gunung Bromo didalam kaldera purba tengger terjadi bertahap diakhir masa sekitar 2 juta tahun lalu. Gas yang berada di dalam magma cair menyebabkan kosongnya dapur magma. Kekosongan ini akhirnya menjadi kaldera Tengger karena material diatasnya ables kebawah. Luas kaldera Tengger yang tercipta akibat menurunnya permukaan gunung mencapai 16 km mengelilingi lima anak gunung yang tumbuh di dalamnya.

Dinding kaldera Tengger inipun memiliki kemiringan yang cukup curam yakni sekitar 60 – 80 derajat. Akibat proses ini terciptalah lautan pasir yang terbentuk dari abu material gunung Tengger purba. Sisa letusan gunung purba Tengger pernah diteliti oleh Van B. Melen dari Belanda pada tahun 1949, ia meneliti dari Selat Madura hingga Pantai Selatan Jawa Timur. Van B Melen menyimpulkan, struktur Jawa bagian barat hingga timur muncul akibat eropsi gunung Tengger. Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan daerah vulkanis dengan gunung api aktiv.

Hal ini bisa terlihat dari bentuk kecuraman bukit. Aktivitas erupsi Gunung Bromo sudah terekam sejak tahun 1800 an hingga tahun 2010 lalu. Erupsi gunung ini tidak menentu. Letusan Gunung Bromo masuk dalam kategori Strombolia yang tekannya melontarkan bom gunung api, pasir dan abu. Ledakannya hanya mempengaruhi sekitar puncak dan tidak sampai mengalirkan lava. Gunung Bromo menjadi kebanggaan seiring erupsi yang dialaminya. Carita rakyat hingga sejarah sosiologi dan pengetahuan alam antropologi telah menjadi pelengkap rahasia alam yang pernah terjadi di negara ini.


Sumber : Rahasia Zaman Trans7