Letusan Mahadasyat, Menyisakan Sejarah Toba di Tanah Samosir -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

Letusan Mahadasyat, Menyisakan Sejarah Toba di Tanah Samosir

Referensi
Wednesday, 12 July 2017
Danau Toba, 3.000 km persegi luas Toba membentang, mengukuhkan Toba sebagai gunung api yang pernah menggetarkan dunia. 74.000 tahun lalu gunung api raksasa Toba meletus dengan brutal. Ilmuan mencatat kekuatan letusan Toba setara dengan 20.000 kali letusan Bom Atom Hiroshima di Jepang. Toba menyemburkan abu vulkanik selama dua minggu. Material vulkanik Toba menyebar ke India dan Afrika Selatan.

Image : flickr.com

Selama setahun lebih debu vulkanik pekat menutup atap atmosfir bumi dari terpaan sinar Matahari. Dampak letusan Toba kala itu menurunkan suhu bumi 5 hingga 10 derajat celcius. Dalam sejarah kebumian, muntahan material lava Toba tak terkandingi gunung berapi di dunia hingga sekarang. Letusan super raksasa Danau Toba memuntahkan 2.800 km kubik material vulkanik menjulang hingga 10 km ke udara.

Baca Juga :
Fenomena Karst Gunung Kidul Yang Menakjubkan
Menguak Tabir Kedigjayaan Gunung Tambora

Letusan Toba menyisakan kaldera. Kaldera secara sederhana sebagai lobang besar yang terjadi diakibatkan amblasnya permukaan bumi yang terjadi setelah erupsi gunung api. Dalam proses puluhan ribu tahun air mengisi kaldera dan menjadi danau yang kemudian kita kenal sebagai Danau Toba. Danau dengan kedalaman sekitar 450 meter dan berada di ketinggian sekitar 904 meter diatas permukaan laut. Ilmuan mencatat batuan dasar di sepanjang tepi Toba berusia 200 hingga 300 juta tahun.

Ilmuan menyakini batuan ini merupakan alas dari batuan vulkanik Toba. Ilmuan mencatat Toba purba telah meletus tiga kali dalam siklus hidupnya. Letusan pertama 800.000 tahun lalu menghasilkan kaldera di selatan Danau Toba, letusan kedua 500.000 tahun lalu membentuk kaldera di utara Danau Toba dan letusan terakhir 74.000 tahun lalu membentuk Samosir.

Setelah letusan ketiga Toba pun tidak mati. Ilmuan menelusuri jejak-jejak historis pengangkatan Toba. Ilmuan menemukan bukti pengangkatan Toba dengan adanya endapan dari dasar danau berupa fosil ganggang yang berasal di permukaan. Pulau Samosir terbentuk setelah erupsi Toba 74.000 tahun lalu. Pulau Samosir dapat dikatakan sebagai gunung baru yang akan tumbuh. Tumbuhnya Samosir bisa terjadi akibat tekanan magma di bawah kaldera dan terus menerus mengisi ruang-ruang magma yang kosong.

Proses tekanan magma secara bertahap membentuk gunung baru sebagai cikal bakal anak dari Gunung Toba. Ilmuan belum dapat memastikan besaran pengangkatan Pulau Samosir namun sejak 74.000 tahun lalu, kini ketinggian Pulau Samosir hampir sekitar 1.000 meter diatas permukaan laut. Dalam kemegahannya, Toba menyimpan kisah kebumian yang telah mengukir sejarah bencana gunung api dunia. Torehan erupsi mahadahsyat Toba menjadi renungan bahwa alam pun bergerak dan tumbuh untuk berdampingan hidup dengan manusia.




Sumber : Kompas TV