Masjid Sunan Muria, Situs Sejarah Islam di Ketinggian 1600 Meter -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

Masjid Sunan Muria, Situs Sejarah Islam di Ketinggian 1600 Meter

Referensi
Saturday, 22 July 2017
Salah satu situs peninggalan Islam di Pulau Jawa adalah Masjid peninggalan Sunan Muria yang berada di Desa Colo Pegunungan Muria Kudus Jawa Tengah. Masjid tersebut berada di ketinggian 1.600 meter diatas permukaan laut. Salah satu keunikan Masjid Sunan Muria adalah bentuk Mihrab atau tempat Imam Masjid dan sejumlah benda bersejarah dengan ornamen Tiongkok.

Image : flickr.com

Untuk mencapai Masjid Muria pengunjung harus menyusuri jalan sempit yang menanjak sekitar 3 kilometer. Dari lokasi Masjid pada pengunjung bisa melihat pemandangan Kota Kudus hingga Kabupaten Pati. Selama ratusan tahun Masjid sekaligus makam Sunan Muria di lokasi ini telah mengalami banyak perubahan.

Baca Juga :
Sejarah Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh
Cerita Dibalik Masjid Istiqlal Yang Bediri Kokoh 

Namun beberapa benda dan bagian bangunan di dalam Masjid yang dibangun Sunan Muria hingga kini masih utuh. Salah satunya tempat Imam Masjid atau Mihrab. Berbeda dengan biasanya, Mihrab disini menjorok kedalam. Susunan bata pada bangunan ini juga masih utuh seperti aslinya. Termasuk puluhan cawan dari Tiongkok yang ditempel di dinding bangunan. Semasa hidupnya Sunan Muria dikenal sangat egaliter dan dengan dengan rakyat jelata.

Di dalam masjid terdapat benda-benda hasil peninggalan Sunan Muria. Dan kesemua benda tersebut merupakan sebuah penanda dan petunjuk kemuliaan dari ajaran beliau. Menurut penuturan sang Pengurus Yayasan Masjid dan Makam Sunan Muria yaitu Bapak Mastur “Ini adalah Masjid dan Makam Sunan Muria pertama. Sunan Muria namanya adalah Raden Umar Said. Beliau bermukim di Puncak Gunung Muria, menyebarkan agama Islam di Gunung Muria dan sekitarnya sampai wafat di Gunung Muria sehingga beliau terkenal dengan nama Sunan Muria”.

Benda lain peninggalan Sunan Muria adalah Bedug yang terbuat dari kayu jati kuno. Terdapat pahatan berbentuk ukiran naga dan ayam jantan diatas Bedug. Berdasar tanggal yang tertera, bedug ini dibuat pada tahun 1884 masehi. Ada pula gentong Sunan Muria yang sering menjadi tempat tujuan para pengunjung setelah berziarah di makam Sang Wali. Dari dalam gentong, air yang berasal dari mata air pengunungan Muria senantiasa mengalir sepanjang waktu.

Semasa hidupnya, Sunan Muria atau Raden Umar Said dikenal sederhana dan dekat dengan rakyat jelata. Beliau meninggalkan keramaian Kerajaan Demak dan membangun Masjid di lereng Gunung Muria sebagai pusat pembinaan masyarakat.


Sumber : CNN Indonesia