Pesona Indah Dataran Tinggi Dieng -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

Pesona Indah Dataran Tinggi Dieng

Referensi
Monday, 3 July 2017
Perlahan sinar sang surya menerangi dataran tinggi Dieng, mahakarya Sang Pencipta yang memberikan kehidupan bagi makhluknya. Dataran Tinggi Dieng adalah hasil letusan gunung berapi purba yang mengalami penurunan drastis pada ribuan tahun lalu. Hasilnya, kaldera-kaldera disertai kawah khas gunung api terlihat mengelilingi bumi sanghyang ini. Layaknya bekas gunung berapi purba, Dieng memiliki kawah yang tersebar di seluruh wilayahnya. Kawah Sibanteng, Kawah Sikidang, Kawah Sileri, Kawah Sinila, serta Kawah Timbang adalah kawah-kawah aktif yang berada di Dataran Tinggi Dieng.

Image by : flickr.com

Dari sekian kawah yang dimiliki Dieng, Kawah Sikidanglah yang banyak menarik perhatian pengunjung. Kawah Sikidang atau Sikijang adalah kawah paling populer yang berada di Dataran Tinggi Dieng. Uap gas yang berpindah-pindah dari kawasan luas ini laksana kijang yang melompat menjadi pemandangan yang menarik. Uap gas yang tidak beraturan ini selalu mempesona setiap pengunjung. Jejak-jejak perpindahan uap panas Sikidang dapat dilihat dari beberapa tempat yang terlihat tanahnya berwarna hitam.

Baca Juga :
Menguak Tabir Kedigjayaan Gunung Tambora
Mengenal Kabupaten Ende Melalui Sejarah dan Daya Tariknya

Konon Kawah Sikidang berasal dari kisah seorang Raja yang bernama Rajang Kidang Garungan yang berhasrat mempersunting Ratu Sinta Dewi. Sang Ratu yang tidak berkenan atas suntingan Raja Kidang Garungan meminta syarat agar dibuatkan sumur sebagai perlambang cintanya. Naas bagi Sang Raja, keiinginannya mempersunting Ratu Sinta Dewi dibalas dengan tindakan mengubur Sang Raja dalam sumur yang dibuatnya sendiri. Dari legenda inilah kemudian muncul Kawah Sikidang.

Secara ilmiah Dieng berada di dataran tinggi aktif. Aktivitas dapur magma yang berada di dalam perut Kawah Sikidang terlihat dari air kawah yang bergolak serta gas yang dikeluarkan secara terus-menerus ke udara. Namun dibalik keindahannya, kawah sikidang menyimpan potensi bahaya. Proses pemanasan magma di dalam perut bumi menghasilkan gas monoksida dan karbon dioksida. Gas inilah yang dihasilkan Kawah Sikidang. Setiap pengunjung yang datang tanpa sadar akan menghirup gas ini karena sifatnya yang tidak berwarna dan tidak berbau.

Dalam ambang batas aman manusia dapat menghirup gas karbondioksida yang berada di dalam kadar 0,5 persen volume atau 500 mg per liter. Gas karbondioksida akan berbahaya bila kadarnya naik menjadi 25.000 mg per liter. Sebuah peristiwa pada tahun 1979 menjadi bukti betapa besar bahaya yang mengintai dibalik keindahan kawah-kawah Dataran Tinggi Dieng. Kala itu Kawah Sinila Menggeliat mengeluarkan letusan disertai gas. Letusan ini menyebabkan 149 orang tewas akibat menghirup gas beracun yang keluar dari Kawah Sinila.

Tiga puluh dua tahun kemudian, tepatnya pada bulan Juli 2011, Kawah Timbang juga menggeliat. Sepuluh kali kegempaan dan letusan yang terjadi menyebabkan konsentrasi karbon dioksida kawah timbang meningkat dari 0,1 persen menjadi 1,6 persen. Jika dengan 0,1 persen karbondioksidan bisa mematikan binatang dan tanaman, peningkatan C02 diambang batas 0,1 persen berpotensi mematikan bagi manusia. Kawah Sikidang memiliki konsentrasi gas yang lebih tinggi dibandingkan dengan kawah-kawah lainnya. Hal ini disebabkan karena letak Kawah Sikidang berada di sebelah barat Dataran Tinggi Dieng. Selain itu Kawah Sikidang ternyata memiliki kandungan belerang yang tinggi yakni sekitar 100 mg per liter.

Manusia pun mulai memanfaatkan sumber energi panas berlimpah yang dimiliki Dataran Tinggi Dieng. Sebuah pembangkit listrik tenaga panas dibangun sebagai sumber energi alternatif yang menghasilkan listrik. Menerangi Pulau Jawa hingga Pulau Bali memanfaatkan mahakarya Sang Pencipta bagi kemaslahatan hidup manusia. Dalam Bahasa Kawi, Dieng bermakna pegunungan tempat bersemayamnya para dewa dewi. Dieng layaknya surga dunia yang diberkahi panorama alam yang indah dengan hasil buminya yang juga berlimpah.

Denyut nadi perekonomian warga Dieng seakan tidak pernah berhenti. Memanfaatkan keberkahan yang disajikan alam Dieng. Pesona Dieng telah menghipnotis begitu banyak orang untuk datang dan kembali kemudian datang lagi. meski pesona yang disajikan begitu menggoda, ancaman gas beracun tetaplah membayangi. Hidup harmonis bersama alam adalah kesadaran yang harus tetap ditumbuhkan pada setiap diri manusia.

Manusia haruslah bisa memilih dan memanfaatkan sumber kekayaan alam sesuai dengan batas kebutuhan. Karena keseimbangan antara hidup dan kehendak alam adalah hal yang utama. Fenomena alam yang dimiliki oleh kawah sikidang seolah memperkuat warisan alam yang dimiliki Dataran Tinggi Dieng ini. Meskipun mereka memiliki kandungan gas yang sangat berbahaya, namun mereka justru memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Dan kini pengenalan serta pengetahuan dirasakan sangat perlu agar masyarakat dapat mengantisipasi gejala alam yang tidak menentu ini.