Sejarah Kota Mekkah -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

Sejarah Kota Mekkah

Referensi
Thursday, 6 July 2017
Kita dimulai dari Kota Mekkah. Dikatakan bahwa ketika Adam dan Hawa pertama diusir dari surga, keduanya pun terpisah. Dengan Hawa turun di dekat kota Mekkah, dan Adam turun di suatu tempat di timur jauh. Setelah bertahun-tahun saling mencari, Adam akhirnya berhasil berjalan melewati Semenajung Arab hingga sampai ke Mekkah. Dan di puncak Gunung Arafat, tepat di luar kota Mekkah, dimana keduanya akhirnya bertemu kembali.

Image : pixabay.com

Mekkah juga penting karena dia merupakan tempat pertama di bumi dimana Tuhan Yang Maha Kuasa diesakan dan disembah. Jadi di tempat itu, Ibrahim dan anaknya, Ismail, membuat bangunan peribadatan yang pertama untuk Tuhan. Sebagai penghormatan, Tuhan Yang Maha Kuasa telah membangun bangunan yang serupa di langit untuk para malaikat.

Baca Juga :
Sejarah Kota Bandung
Sejarah Kota Medan

Dan dikatakan bahwa setiap harinya terdapat 70.000 malaikan datang ke bangunan itu untuk beribadah dan kemudian pergi, berniat tidak pernah kembali lagi. Ketika Ibrahim dan Ismail telah selesai membangun Ka’bah, masih ada satu bata yang belum ditempatkan. Jadi Ibrahim mengirim putranya, Ismail, untuk menemukan sebuah batu yang unik untuk ditempatkan disana.

Tapi Tuhan Yang Maha Kuasa menakdirkan bahwa batu terakhir yang akan ditempatkan tidak berasal dari dunia ini, melainkan sebuah batu langsung dari jantung surga. Malaikat Jibril kemudian memberikan batu itu kepada Ibrahim, yang kemudian menempatkannya di tempat yang sesuai. Dikatakan bahwa ketika batunya pertama kali dibawa turun, warnanya adalah putih murni.

Namun karena ketidakmurnian dari dunia ini, dan dosa-dosa dari manusia, maka batu itu perlahan mulai memudar, dan pada akhirnya menjadi hitam. Seiring berjalannya waktu, kota itu mulai berkembang, dengan penduduk Mekkah tetap memegang teguh monoteisme atau bertauhid, hanya menyembah Tuhan yang Maha Esa, terlepas dari fakta bahwa Mesir, Mesopotamia, dan Syam telah mempraktekkan paganisme (penyembahan berhala) selama berabad-abad.

Tapi semua ini berubah ketika seorang pedagang bernama Amru Ibn Luhai memutuskan untuk berbisnis di luar Mekkah. Amru kemudian berpergian ke utara, sampai ke negeri Syam. Disana, Amru menyaksikan untuk pertama kalinya, hal-hal seperti arsitektur modern, literatur yang canggih, dan tentu saja praktek penyembahan berhala.

Amru sangat terkesan dengan semua yang dia lihat, dan sebelum pergi, dia meminta untuk membawa salah satu berhala ke kampung halamannya. Penduduk setempat setuju. Jadi Amru membawa berhalanya dan menempatkannya dengan barang-barang dagangan lainnya dalam karavannya. Ketika Amru sampai di rumah, dia langsung membawa berhala itu dan menempatkannya tepat di depan Ka’bah.

Dia kemudian memberi tahu ornag-orang bahwa berhala itu mulai dari sekarang menjadi tuhan yang mereka sembah. Sayangnya, konsep ini hampir tidak mendapat penentangan. Seiring waktu berjalan, orang-orang mulai menyembah lebih banyak berhala, sampai dikatakan pada akhir abad ke 6, ada lebih dari 360 berhala di sekitar Ka’bah di Mekkah.

Seiring tahun-tahun berlalu dan paganisme menjadi lebih tersebar di seluruh dunia, orang-orang yang masih mempraktekkan monoteisme atau tauhid mengatahui bahwa kedatangan nabi yang baru sudah dekat. Jadi, baik melalui akal sehat, atau melalui penafsiran ayat-ayat kitab suci, banyak yang berkesimpulan bahwa Semenanjung Arab adalah tempat yang paling mungkin dimana Tuhan akan mengutus nabi baru-Nya.

Saat itu Imperium Romawi dan Kerajaan Persia mempunyai pemerintahan yang sangat represif, dan sangat memusuhi pemberontakan bentuk apapun, entah itu secara ideologis atau politis. Sedangkan Semenanjung Arab di sisi lain, meskipun juga terperosok jauh ke dalam penyembahan berhala, adalah negeri yang diperintah oleh hukum kesukuan, dan tidak pernah punya pemerintah pusat yang sejati.

Seiring waktu yang berlalu, tampaknya lebih banyak orang mulai berdatangan ke Semenanjung Arab untuk menunggu kedatangan nabi selanjutnya. Dengan demikian, di negeri dimana manusia pertama kali menyembah Pencipta mereka, disanalah, dimana Tuhan menakdirkan bahwa nabi terakhir dan penutup itu akan muncul.


Sumber : Youtube, Simply Seerah Studios