Sejarah Masjid Raya Baiturahhman Banda Aceh -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

Sejarah Masjid Raya Baiturahhman Banda Aceh

Referensi
Friday, 21 July 2017
Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh memiliki sejarah panjang. Masjid ini menjadi saksi bisu atas berbagai peristiwa penting yang pernah terjadi di Aceh. Dalam perjalanannya, Masjid kebanggaan masyarakat Serambi Mekah ini telah mengalami beberapa kali perluasan dan pemugaran.

Image : flickr.com

Masjid Raya Baiturrahman merupakan Masjid negara yang berada di jantung Kota Banda Aceh. Masjid ini dibangun pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda pada tahun 1022 hijiriah atau 1612 masehi. Berdasarkan informasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, ada dua versi sejarah dalam riwayat pembangunan Masjid ini.

Baca Juga :
Pesona Islam Masjid Agung Kauman Semarang
Sejarah Organisasi Hizbut Tahrir Hingga Masuk ke Indonesia

Sebagian sumber menyebutkan, Masjid ini didirikan pada tahun 1292 oleh Sultan Alaudin Johan Mahmud Syah, sumber lain menyebutkan Masjid raya ini didirikan oleh Sultan Iskandar Muda di tahun 1612. Masjid ini pernah dibakar Belanda saat menyerang Kutaraja atau yang sekarang disebut Banda Aceh pada tanggal 10 April 1873.

Rakyat Aceh pun marah pada saat itu dan terjadilah pertempuran antara masyarakat Aceh dan Belanda. Pada pertempuran ini Belanda kehilangan panglima mereka yang bernama Mayor Jenderal Johan Harmen Rudolf Köhler pada 14 April 1873. Pada bulan Maret 1877, empat tahun setelah Masjid Baiturrahman terbakar, Gubernur Jenderal Van Lansberge menyatakan akan membangun kembali Masjid yang memiliki pengaruh besar bagi rakyat Aceh.

Pembangunan kembali Masjid Raya Banda Aceh berlangsung pada 1879 hingga 1881. Arsitektur bangunan mengadaptasi gaya moghul India dengan hanya sebuah kubah. Pada tahun 1935 Masjid diperluas di bagian kiri dan kanannya masing-masing dua kubah hingga akhirnya Masjid memiliki lima buah kubah.

Di tahun 1975 Masjid kembali diperluas dengan menambah dua kubah dan dua menara. Hal ini dilakukan dalam rangka menyambut Musabaqah Tilawatil Qur'an tingkat nasional ke 12 tahun 1981. Terakhir pada tahun 1991 dimasa Gubernur Ibrahim Hasan, Masjid Baiturahhman kembali mengalami perluasan yakni meliputi halaman depan dan belakang serta menambah dua kubah.


Sumber : CNN Indonesia