Kebangkrutan Platform Digital Audio -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

Kebangkrutan Platform Digital Audio

Referensi
Monday, 14 August 2017
Sebelum layanan streaming musik menjadi populer seperti saat ini, ada saundcloud yang menjadi andalan penikmat musik ketika dirilis pada 2007 silam. Sepuluh tahun berlalu, kepopuleran saundcloud meredup dan kini terancam bangkrut. Bahkan kerugiannya dilansir pada tahun 2016 mencapai 52 juta dollar Amerika.

Sumber : flickr.com

Apa yang salah dengan Soundcloud? Tidak ada yang salah dengan saundcloud, hanya saja banyaknya akses layanan premium musik sejenis menjadi penyebab utama dibalik menurunnya pendapatan Soundcloud. Untuk merespon para pesaingnya, saundcloud pun meluncurkan vitur premium yang diberi nama Soundcloud Go.

Baca Juga :
Tips Menjaga Smartphone Agar Tidak Mudah Rusak
6 Mitos Seputar HP Yang Seringkali Anda Dengar

Dengan membayar seharga 9,99 dollar atau seharga 100 ribu rupiah, para pengguna dapat menikmati fasilitas streaming offline bebas iklan. Namun tampaknya publik tidak begitu tertarik karena jumlah penggunanya tidak mencapai 1 juta pengguna dan jumlah ini masih berada jauh dibawah pesaingnya seperti spotify dan pandora yang telah lebih dulu dikenal publik.

Redupnya kepopulean Soundcloud ini cukup miris mengingat saundcloud merupakan pionir dalam platform layanan streaming musik dengan jumlah pengguna terbesar yang mencapai 175 juta pengguna yang tersebar di 190 negara. Beberapa penghargaanpun pernah diraih, salah satunya pada tahun 2012. Lalu apa yang membuat Soundcloud kalah populer dibandingkan dengan pesaingnya?

Jika dibandingkan dengan spotify, perbedaan yang cukup signifikan dapat dilihat dari kualitas audionya. Spotify menyediakan lagu resmi yang berasal dari studio resmi. Jadi kualitas audionya sudah pasti baik. Sementara Soundcloud kualitas audionya bisa baik, dan juga bisa buruk. Itu semua tergantung dari yang diunggah atau yang dibagikan oleh pengguna.

Semantara keunggulan atau kegunaan utama platform Soundcloud sebagai wadah bagi para musisi untuk memamerkan karya anyar mereka telah tergantikan oleh youtube. Dimana youtube adalah yang memfasilitasi pengguna tidak hanya dari segi audio tapi juga visual. Ketidakpastian masa depan Soundcloud membuat beberapa perusahaan tertarik untuk mengakuisisinya.

Setelah rencana dengan Spotify kandas, kini Google berusaha mengambil alih kepemilikan Soundcloud seharga 500 juta dollar Amerika. Dan jika ini terealisasi, nantinya Soundcloud akan terintegrasi dengan Google Music. Namun walaupun nominal tersebut tampaknya terlalu murah untuk perusahaan teknologi sekelas Soundcloud yang telah berdiri lebih dari satu dekade, menurut para analis, alternatif tersebut adalah yang terbaik karena jika hingga kuartal keempat pada tahun 2017 perusahaan tidak berhasil mengantongi dana segar, Soundcloud terpaksa harus gulung tikar.

Sumber : CNN Indonesia