Pesona Kota Wali di Timur Pulau Jawa -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

Pesona Kota Wali di Timur Pulau Jawa

Referensi
Tuesday, 8 August 2017
Kabupaten Tuban merupakan salah satu titik penyebaran Agama Islam di Pulau Jawa. Sunan Bonang yang memiliki nama asli Syech Mahnum Ibrahim merupakan tokoh penting penyebaran Agama Islam di Tuban. Sekitar abad ke 16 Sunan Bonang Mulai Berdakwah di Tuban dan sekitarnya.

Image : flickr.com

Melalui media tembang atau lagu berisi ajaran Islam. Iringannya menggunakan musik pukul bonang. Melalui Pantai Boom di Tuban Agama Islam masuk ke Tuban. Pantai ini di masa Kerajaan Majapahit jadi pelabuhan terbesar di Tuban. Dari sinilah para saudagar Timur Tengah datang dan menyebarkan Agama Islam untuk wilayah Tuban dan sekitarnya.

Baca Juga :
Pesona Islam Masjid Agung Kauman di Semarang
Masjid Sunan Muria, Situs Sejarah Islam di Ketinggian 1600 Meter 

Tuban tumbuh menjadi salah satu destinasi jelajah sejarah Islam. Apalagi Sunan Bonang yang merupakan salah satu Wali Songo juga dimakamkan disini. Bersebelahan dengan kawasan makam Sunan Bonang, berdiri kokoh masjid indah nan megah bernama Masjid Agung Tuban. Atap warna warni jadi ciri khas gaya bangunan masjid ini. Corak ini mirip dengan yang ada di India ataupun timur tengah.

Masjid ini merupakan masjid yang sangat bersejarah khususnya bagi warga muslim di Tuban Jawa Timur. Masjid ini terletak tepat di jantung Kota Tuban persisnya berada tepat di depan alun-aluk Kota Tuban. Tak hanya menyimpan sejarah yang panjang, masjid ini mempunyai keunikan yang berhasil menarik perhatian pengunjung. Atapnya yang berwarna cerah serta perpaduan arsitekturnya.

Bagian luar masjid diadopsi dari gaya masjid Iran, sedangkan interiornya dari masjid Cordoba Spanyol yang khas dengan lengkung-lengkungnya. Dibangun pada abad ke 15, bangunan ini sudah dirombak sebanyak tiga kali dan perombakan terakhir dilakukan pada 2004. Warna warni yang ada di masjid ini bukan tanpa makna, melainkan menjadi simbol Rukun Islam dan Rukun Iman.

Gaya arsitektur masjid yang sudah modern tetap tak meninggalkan bagian-bagian yang dibangun sejak masjid berdiri. Pintu utama masjid yang terbuat dari kayu dan berhiaskan ukiran khas Jawa serta jendela besi ini. Memasuki ruang sholat utama tampilkan gaya khas nusantara juga tercermin pada mimbar yang terbuat dari kayu berukir.

Luas bangunan masjid ini sebesar 3724 meter persegi, berdiri di atas tanah seluas 5246 meter persegi. Tempat ibadah ini tidak pernah sepi dari jamaahnya, mulai dari shalat atau membaca Al-Qur’an kala menunggu saat azan tiba. Salah satu kegiatan rutin yang lainnya adalah pembelajaran Al-Qur’an yang diselenggarakan setiap sore usai shalat Ashar dan anak-anak usia 6 hingga 12 tahun adalah para pesertanya.

Keelokan arsitektur masjid ini berhasil menarik minat peziarah dari luar kota. Banyaknya kegiatan yang rutin digelar di Masjid Agung Tuban, hanyalah salah satu cara untuk menarik minat umas muslim untuk rajin beribadah di masjid. Tak hanya megah bangunannya, Masjid Agung Tuban ini juga menjadi simbol semangat bagi umat muslim tuban dalam menjalankan ajaran Islam di Bumi.


Sumber : Net.