Soto Bokoran Berdiri Sejak Tahun 1948 -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

Soto Bokoran Berdiri Sejak Tahun 1948

Referensi
Tuesday, 29 August 2017
Anteran panjang, inilah sambutan bagi para pengunjung warung soto di Jalan Plampitan Nomor 5 Kota Semarang Jawa Tengah. Jangan heran antrean semacam ini selalu terjadi setiap hari, karena warung ini memang salah satu warung soto terkenal di Semarang. Namanya adalah Soto Bokoran. Warung ini pertama kali dibuka di Kampung Bokoran.
Image : Kaskus
Karena itulah warung soto ini dinamakan Soto Bokoran. Awalnya pelanggan warung soto ini merupakan keluarga Tionghoa yang anaknya bersekolah di sekitar warung. Sejak saat itulah, warung Soto Bokoran menjadi dikenal lebih luas dari mulut ke mulut. Kini warung soto ini telah menginjak usia 68 tahun dan ditangani generasi keempatnya, namanya Ibu Rumini.
Baca Juga : 
Menikmati Soto Sedap Boyolali Hj. Widodo
Sensasi Lezat Soto Ayam Khas Lamongan

Menurut penuturan sang pemilik “Awalnya sejak tahun 49 dari kakek, ayah, ibu, terus sampai dengan saya sendiri. Tempatnya dulu berada di Kampung Bokoran. Dulu disini awalnya merupakan sekolah Tionghoa dan saat itu belum digusur, sampai sekarang Soto Bokoran terkenalnya berada disini”. Sekilas soto ini tak berbeda dari soto kebanyakan.

Yang menjadi pembeda adalah menu pendamping yang ditawarkan. Variasi menu pendamping seperti sate ayam, sate kerang, bakwan jagung, mendoan, telur bacem dan tentu saja perkedel yang menjadi menu pendamping favorit disini siap disantap bersama Soto Bokoran pesanan anda. Selain itu masih ada satu lagi resep rahasiannya yang membuat rasa Soto Bokoran ini beda dari dari soto lainnya.

Salah satu yang menjadi daya tarik Soto Bokoran bagi penggemarnya terletak pada kuah soto yang dicampurkan atau ditambahkan kuah sate. Tambahan kuah sate memberikan sensasi rasa berbeda di lidah. Resep ini memang sudah sejak zaman dahulu disajikan di Soto Bokoran. Setiap hari warung ini menghabiskan sekitar 10 ekor ayam, 20 kilogram beras, dan juga 50 kilogram kentang yang diolah menjadi perkedel.

Untuk menjalankan warung ini pemilik soto mempekerjakan sekitar delapan orang yang masih bagian dari keluarga. Hal ini dilakukan agar resep Soto Bokoran dapat terus diturunkan dari generasi ke generasi. Pengunjung setia warung ini tak hanya berasal dari Kota Semarang, bahkan ada yang sengaja datang kembali ke Kota ini hanya untuk menikmati kenikmatan Soto Bokoran ini.

Untuk mencicipi kesegaran Soto Bokoran, tak perlu mengeluarkan kocek dalam. Cukup dengan membayar Rp. 9.000, semangkuk soto sudah bisa disantap. Sedangkan untuk menu pendampingnya, sekitar Rp. 1.000 hingga Rp. 10.000 saja. Warung soto ini buka setiap hari pukul 6 pagi hingga habis. Agar tidak kehabisan, datanglah di pagi hari.


Sumber : Net.5