ISLAM NUSANTARA -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

ISLAM NUSANTARA

Referensi
Saturday, 30 June 2018

ISLAM NUSANTARA
(Habib Luthfi bin Yahya)

Yang dimaksud Islam Nusantara yaitu menjaga tradisi Islam Nusantara atau amaliyah Islam Nusantara yang dibawa para Wali Songo, yang dibawa para Habaib serta Ulama2 pendahulu kita seperti tahlilan, rotiban, maulid nabi atau mauludan, ziarah kubur, haul, peringatan nisyfu sa'ban, perigatan nuzulul qur'an dan masih banyak lagi dan itu amaliyah ASWAJA (Ahlussunnah Waljama'ah) yang khas Indonesia atau khas Nusantara.

Jadi ada kelompok yang tidak suka bahkan benci terhadap amalan2 Aswaja yang disebutkan tadi, lihat Arab Saudi. Dahulu Arab Saudi seperti Indonesia dipegang oleh Ulama2 dan para Habaib Aswaja semua amaliyah di Arab Saudi sama persis dengan Indonesia ada rotiban, mauludan, tahlil, ziarah kubur, haul.
Namun lihat sekarang Arab Saudi berubah.
Semua amalan2 Aswaja dihilangkan oleh kelompok2 tertentu yg sekarang dikuasai Wahhabi dan para Habaib serta Ulama Aswaja di Arab Saudi dibunuh, maqom2 para Wali Alloh dihancurkan bahkan maqom Nabi SAW juga SEMPAT AKAN DIBONGKAR.

Alhamdulillah waktu itu NU mengirimkan Ulamanya ke Arab Saudi untuk berdebat langsung yang menolak dan melarang pembongkaran maqom Nabi SAW yang waktu itu disebut Tim Hijaz dan Islam Nusantara juga bertujuan melindungi serta menjaga maqom2 para Wali Alloh yang ada di Nusantara ini supaya tetap terjaga. Jangan sampai seperti Arab Saudi maqom2 para Wali Alloh dihancurkan bahkan rumah Nabi SAW sekarang di Arab Saudi dihancurkan dan dijadikan toilet umum.

Oleh karena itu jangan berprasangka buruk bahkan sampai berani memvonis sesat, menyesatkan, murtad, kafir. Jadi sudah jelas Islam Nusantara itu menjaga dan melindungi amaliyah2 Aswaja atau tradisi2 Aswaja yang ada di Nusantara ini serta melindungi maqom2 para Wali Alloh di nusantara ini. Semoga kita semua dibersihkan hatinya oleh Alloh SWT yang maha berkasih sayang dan jangan ikut2an mengkafir2kan menyesat2kan.

(Maulana Abah Habib Luthfi bin Yahya)