MASBUQ BERDIRI SETELAH 2 SALAM IMAM -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

MASBUQ BERDIRI SETELAH 2 SALAM IMAM

Referensi
Saturday, 30 June 2018

*" Masbuq Wajib Berdiri Setelah 2 Salam Imam "*

بسم الله الرحمن الرحيم

ﻭﺣﺮﻡ ﺣﻴﻨﺌﺬ ﻣﻜﺜﻪ ﺑﻌﺪ ﺗﺴﻠﻴﻤﺘﻲ اﻹﻣﺎﻡ ﻓﺘﺒﻄﻞ ﺻﻼﺗﻪ ﺑﻪ ﺇﻥ ﺗﻌﻤﺪﻩ ﻭﻋﻠﻢ ﺗﺤﺮﻳﻤﻪ ﻭﺯاﺩ ﻋﻠﻰ ﻗﺪﺭ ﺟﻠﺴﺔ اﻻﺳﺘﺮاﺣﺔ ﻭﺇﻻ ﻓﻼ ﻭﻳﺴﺠﺪ ﻟﻠﺴﻬﻮ.

_Dan haram seketika itu diamnya masbuq sesudah dua salam imam, maka batal shalatnya dengan sebab demikian, jika sengaja dan tahu larangannya dan melebihi di atas kadar duduk istirahat, jika tidak demikian, maka tidak batal, dan masbuq sujud untuk sujud sahwi (jika lupa)._

  ﻓﺈﻥ ﻣﻜﺚ ﻓﻲ ﻣﺤﻞ ﺟﻠﻮﺳﻪ ﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﻣﻨﻔﺮﺩا ﺟﺎﺯ ﻭﺇﻥ ﻃﺎﻝ.

_Seandainya masbuq diam di dalam letak duduknya jika shalat sendiri, maka yang demikian boleh sekalipun lama_

ﻭﻣﺎ ﺃﺩﺭﻛﻪ اﻟﻤﺴﺒﻮﻕ ﻣﻊ اﻹﻣﺎﻡ ﻣﻤﺎ ﻳﻌﺘﺪ ﻟﻪ ﺑﻪ ﻓﻬﻮ ﺃﻭﻝ ﺻﻼﺗﻪ ﻭﻣﺎ ﻳﺄﺗﻲ ﺑﻪ ﺑﻌﺪ ﺳﻼﻣﻪ ﺁﺧﺮﻫﺎ.

_Dan apa apa yang masbuq mengejarnya bersama imam dari rukun rukun yang dihitung baginya maka yang demikian adalah awal shalatnya, dan apa apa yang masbuk kerjakan sesudah salam imam adalah akhirnya._

ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﺎ ﺃﺩﺭﻛﺘﻢ ﻓﺼﻠﻮا ﻭﻣﺎ ﻓﺎﺗﻜﻢ ﻓﺄﺗﻤﻮا ﻭﺇﺗﻤﺎﻡ اﻟﺸﻲء ﺇﻧﻤﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﺑﻌﺪ ﺃﻭﻟﻪ ﻓﻴﻌﻴﺪ ﻓﻲ اﻟﺒﺎﻗﻲ اﻟﻘﻨﻮﺕ ﻭاﻟﺘﺸﻬﺪ ﻭﺳﺠﻮﺩ اﻟﺴﻬﻮ.

_Karena sabda Nabi SAW : "apa apa yang telah kalian kejar maka shalatlah kalian dengan itu, dan apa apa yang tertinggal maka sempurnakanlah oleh kalian, " dan menyempurnakan sesuatu pastinya ada sesudah awalnya, maka masbuq mengulang di dalam sisanya membaca qunut dan tasyahud dan sujud sahwi._

Maksudnya : shalatnya masbuq mengejar imam dihitung sebagai awal shalatnya, dan yang disempurnakan sesudah salam imam dihitung sebagai akhir shalatnya, sehingga jika masbuq mengejar imam pada raka'at yang kedua dari shalat subuh, maka masbuq membaca qunut kembali ketika ia menyempurnakan shalatnya sesudah salam imam, sekalipun ia sudah membaca qunut bersama imam, karena shalatnya bersama imam dihitung sebagai awal shalat masbuq (raka'at pertama masbuq), dan yang dilakukan setelah salam imam adalah raka'at kedua masbuq, sama halnya di dalam tasyahud dan sujud sahwi.

_Kitab : Nihayatuz Zain. Syaikh Nawawi Al Bantaniy_

*~ Ustadz Aditya Rachman Asy Syafi'iy ~*