NIAT JADI IMAM ATAU MAKMUM -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

NIAT JADI IMAM ATAU MAKMUM

Referensi
Saturday, 30 June 2018
*" Niat Menjadi Makmum Dan Niat Menjadi Imam  "*
بسم الله الرحمن الرحيم
(ﻭﺷﺮﻁ ﻟﻘﺪﻭﺓ) اﺛﻨﺎ ﻋﺸﺮ.
Dan syarat mengikuti/bermakmum ada 12.
اﻷﻭﻝ (ﻧﻴﺔ اﻗﺘﺪاء ﺃﻭ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻣﻊ ﺗﺤﺮﻡ).
Pertama niat mengikuti imam (bermakmum/makmuman) atau niat berjama'ah bersamaan dengan takbirotul ikhrom.
ﻓﻠﻮ ﺗﺮﻙ ﻫﺬﻩ اﻟﻨﻴﺔ ﺃﻭ ﺷﻚ ﻓﻴﻬﺎ ﻭﺗﺎﺑﻌﻪ ﻓﻲ ﻓﻌﻞ ﺃﻭ ﺳﻼﻡ ﺑﻌﺪ اﻧﺘﻈﺎﺭ ﻛﺜﻴﺮ ﻋﺮﻓﺎ ﻟﻠﻤﺘﺎﺑﻌﺔ ﺑﻄﻠﺖ ﺻﻼﺗﻪ.
Jika seseorang meninggalkan niat ini atau ragu di dalamnya dan ia mengikuti imam di dalam perbuatan atau salam sesudah menunggu dalam waktu yang banyak secara urf (adat kebiasaan) untuk mengikuti maka batal shalatnya.
ﻷﻧﻪ ﻭﻗﻔﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﺻﻼﺓ ﻏﻴﺮﻩ ﺑﻼ ﺭاﺑﻄﺔ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﻓﻬﻮ ﻣﺘﻼﻋﺐ ﺃﻭ ﻓﻲ ﺣﻜﻤﻪ.
Karena ia menggantungkan shalatnya kepada shalat orang lain tanpa ada yang mengikat diantara keduanya, maka yang demikian adalah main-main atau dihukumi main-main.
ﻭﻻ ﻓﺮﻕ ﺑﻴﻦ اﻟﻌﺎﻟﻢ ﺑﺎﻟﻤﻨﻊ ﻭاﻟﺠﺎﻫﻞ ﺑﻪ.
Dan tidak ada perbedaan antara orang yang mengetahui dengan orang yang tidak tahu tentang demikian.
ﻭﺧﺮﺝ اﻻﻧﺘﻈﺎﺭ اﻟﻴﺴﻴﺮ ﺃﻭ اﻟﻜﺜﻴﺮ اﺗﻔﺎﻗﺎ ﺃﻱ ﻻ ﺑﻘﺼﺪ اﻟﻤﺘﺎﺑﻌﺔ ﻓﻠﻴﺲ ﻣﺒﻄﻼ.
Pengecualian jika menunggu sedikit atau banyak tanpa ada maqsud mengikuti, maka yang demikian bukan yang membatalkan shalat.
ﻭﻧﻴﺔ ﺇﻣﺎﻣﺔ) ﺃﻭ ﻧﺤﻮﻫﺎ ﻣﻊ ﺗﺤﺮﻡ.
Dan berniat menjadi imam atau yang semisalnya bersamaan dengan takbiratul ikhrom,
ﻭاﺟﺒﺔ ﻋﻠﻰ اﻹﻣﺎﻡ اﺫا ﻛﺎﻧﺖ اﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﺷﺮﻃﺎ ﻓﻲ ﺻﺤﺔ ﺻﻼﺗﻪ ﻭﺫﻟﻚ ﻓﻲ اﻟﺠﻤﻌﺔ ﻭاﻟﻤﻌﺎﺩﺓ ﻭاﻟﻤﺠﻤﻮﻋﺔ ﺑﺎﻟﻤﻄﺮ.
Yang demikian wajib bagi imam, apabila shalat berjama'ah adalah syarat di dalam sahnya shalat, dan contoh yang demikian itu adalah di dalam shalat jum'at, shalat mua'adah (shalat yang diulang) dan shalat yang di jama' dengan sebab hujan.
ﻭ (ﺳﻨﺔ ﻹﻣﺎﻡ ﻓﻲ ﻏﻴﺮ) ﻣﺎ ﺫﻛﺮ ﻣﻦ (ﺟﻤﻌﺔ) ﻭﺗﺎﻟﻴﻴﻬﺎ.
Dan hukumnya sunnah berniat menjadi imam, bagi imam di dalam shalat selain yang sudah dituturkan dari shalat jum'at dan yang mengikutinya.
ﻧﻌﻢ ﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﺇﻣﺎﻡ اﻟﺠﻤﻌﺔ ﺯاﺋﺪا ﻋﻠﻰ
اﻷﺭﺑﻌﻴﻦ ﻭﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﻭﺟﻮﺑﻬﺎ ﻛﺎﻟﺮﻗﻴﻖ ﻭﻛﺎﻥ ﻧﺎﻭﻳﺎ ﻏﻴﺮ اﻟﺠﻤﻌﺔ ﻛﺎﻟﻈﻬﺮ ﻻ ﺗﺠﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﻧﻴﺔ اﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﺑﻞ ﺗﺴﻦ.
Na'am, jika imam shalat jum'at dengan jama'ah lebih dari 40 orang, dan ia bukan dari ahli wajib shalat jum'at, seperti hamba sahaya dan ia berniat dengan niat selain shalat jum'at seperti niat shalat dzuhur, maka tidak wajib baginya berniat shalat berjama'ah akan tetapi disunnahkan.
_Kitan : Nihayatuz Zain. Syaikh Nawawi Al Bantaniy_
*~ Ustadz Aditya Rachman Asy Syafi'iy ~*