Kedudukan suami -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

Kedudukan suami

Referensi
Rabu, 12 September 2018
           - - KEDUDUKAN SUAMI - -
DI ANTARA DUA WANITA YG DICINTAI
.
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha ia bertanya kepada Rasulullah : "Ya Rasulullah , siapakah yang berhak terhadap seorang wanita ?" Rasulullah menjawab: "Suaminya (bila telah menikah)". 'Aisyah bertanya lagi : "Siapakah yg berhak terhadap seorang laki-laki ?" Rasulullah menjawab : "Ibunya." (HR. Imam Muslim)
.
A. SUAMI DI ANTARA 2 SOSOK WANITA
Dari hadits di atas bisa disimpulkan bahwa posisi seorang laki-laki berada di antara 2 sosok wanita, mereka adalah ibu dn istrinya. Pada satu posisi ia adalah hak ibunya namun pada posisi yang lain ia memiliki hak atas istrinya.
Ibu ialah wanita yg melahirkan merawat mendidik serta membesarkannya hingga ia harus berbhakti kepadanya. Sementara Istrinya, ialah pendamping hidup yang melayani semua keperluannya, hingga dirinya harus baik dan sayang kepadanya.
.
B. BERBAKTI KPD IBU AMALAN UTAMA
Bhakti laki-laki terhadap orangtua terlebih kepada ibunya adalah amalan utama yg tak terputus oleh waktu, meskipun ia telah berumah-tangga.
Ibnu Mas'ud radhiyallahu'anhu berkata bahwa dia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa sallam : 'Ya Rasul, manakah amalan yang utama?' Beliau menjawab : "Shalat tepat pada waktunya !" Aku bertanya lagi, 'Lalu apa lagi ya Rasul ?' Beliau menjawab : " Berbhakti terhadap kedua orang-tua (terlebih ibu) ......." (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, an-Nasa’i, Ahmad, al-Darimi)
.
C. BERBAIK KPD ISTRI, AKHLAK MULIA
Seorang suami perlu berbuat baik kepada istrinya. Berbuat baik kepada istri adalah suatu kemuliaan akhlak suami, dan akhlak yang baik suami adalah kesempurnaan iman seorang mukmin.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Mukmin yg paling sempurna imannya, ialah yang paling baik akhlaknya & sebaik-baik akhlak kalian, ialah yg paling baik terhadap istri-istrinya." (HR At-Tirmidzi no. 1162)
.
D. DAHULUKAN NAFKAH KELUARGA
Tentang pemberian nafkah oleh suami, seringkali jadi sumber masalah. Siapa yg perlu didahulukan oleh suami kalau ekonominya kurang mencukupi, nafkah keluarga atau kebutuhan orang tuanya ?
Rasulullah Shallalllahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Mulailah menafkahi dirimu sendiri apabila masih ada sisanya maka untuk keluargamu. Bila masih ada sisanya maka untuk kerabatmu. dan bila msh ada sisanya maka untuk orang-orang disekitarmu." (HR. Muslim)
Dari hadits di atas, maka nafkah kepada keluarga (anak istrinya) perlu didahulukan, setelah itu baru orangtua. Namun bila ekonomi suami mencukupi maka menafkahi secara bersamaan lebih bagus.
.
E. ORANGTUA FAKIR WAJIB DINAFKAHI
Salah satu wujud bhakti anak lelaki kepada orang-tuanya yaitu memberi nafkah disaat mereka telah tua dan fakir.
Imam Ibnu Qudamah berkata , dalam kitabnya Al-Mughni : " Para ulama telah berijma' bahwasanya orangtua yang fakir dan tidak punya penghasilan, adalah wajib bagi anak laki-laki untuk menafkahi orang-tuanya dari hartanya." (Al-Mughni, 11/373).
Oleh sebab itu seorang istri perlu memahami bila suami menafkahi orangtuanya yang fakir semata-mata karena kewajibannya sebagai anak laki-laki, dan ia akan berdosa apabila tidak melakukannya.
.
F. LAKI-LAKI SBG PENENGAH YG ADIL
Hubungan antara istri dn ibu mertua kadang tidak baik dan itulah yg memaksa suami perlu bersikap adil. Dia tak boleh berpihak kepada salah satunya. Maka tidak ada cara lain kecuali ia harus menjadi "Penengah Yang Adil" agar mereka bisa dekat.
.
G. MEMINTA PENGERTIAN ISTRI
Tidak ada salahnya bila suatuhari suami meminta pengertian istri dan berkata : "Istriku ... aku masih milik ibuku . Berilah kesempatan agar aku ttp bisa berbakti kpadanya, dan jangan memaksaku untuk memilih satu diantara kalian, karena aku tak akan sanggup melakukannya."
.
H. P E N U T U P
Demikianlah bahasan singkat tentang kedudukan suami diantara dua wanita yang dicintai. Semoga tulisan ini bisa memberi inspirasi kita semua.
.
SEMOGA BERMANFAAT
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
.