02 Takut Saksinya Terancam, Padahal Pembunuhnya Kan di Kubu Mereka? -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

02 Takut Saksinya Terancam, Padahal Pembunuhnya Kan di Kubu Mereka?

Referensi
Monday, 17 June 2019

02 melakukan manuver politik yang cukup licik. Tiba-tiba mereka meminta perlindungan saksi. Alasannya, karena pada 2014 lalu saksi tidak bersedia dan tidak dapat hadir karena berada di bawah ancaman dan tekanan.

Mereka tidak dapat menjelaskan berapa orang saksi yang akan diajukan dan butuh perlindungan. Selain itu juga menyebut bahwa saksi-saksi berada di tempat rahasia.

Sebenarnya saya sudah muak dengan drama, hoax dan provokasi 02. Sebelumnya mereka membuat hoax bahwa Jokowi menyumbang 19.5 miliar, padahal aslinya hanya 19.5 juta rupiah.

Mereka yang mempermasalahkan ILC tidak tayang dan ajakan mengenakan baju putih ke TPS sebagai bagian dari gugatan untuk mendiskualifikasi Jokowi, bermuatan narasi propaganda. Pendukung ajakan aksi turun ke jalan.

Tapi, saya tetap perlu untuk membuka opini publik, bahwa permintaan perlindungan saksi itu juga hanya drama. Ceritanya mirip penghitungan real count yang dirahasiakan. Dan bahkan tidak dijelaskan berapa TPS yang sudah diambil datanya.

Permintaan perlindungan saksi itu bertujuan untuk memprovokasi masyarakat. Sambil menuduh bahwa pihak pemerintah melakukan persekusi dan ancaman pembunuhan.

Padahal kelompok mereka lah yang menguasai senjata ilegal. Mereka pula yang telah merencanakan pembunuhan berantai lewat Kivlan Zein. Pendukung mereka lah yang selama ini kerap melakukan persekusi dan ancaman-ancaman. Lalu sekarang mereka mau membuat drama seolah-olah didzolimi? Yang bener aja.

Itu semua hanya trik dan cerita lama. Sama seperti menuduh Jokowi anti Islam dan nonmuslim. Padahal aslinya Prabowo lah yang tidak jelas agamanya, tidak bisa wudu dan tidak jelas jumatan di mana.

Sama seperti tuduhan capres boneka dan antek asing. Padahal Prabowolah boneka Hashim dan bahkan itu sudah diakui oleh Prabowo sendiri. “Dia (Hashim) adalah otak di belakang Gerindra. Saya hanyalah wayang untuk mengabdi kepada saudara-saudara,” kata Prabowo.

Lagipula, di mana laskar jihad yang katanya siap mati membela Prabowo? bukankah demonstran kalian sangat solid?

Kenapa tim mawar yang bisa digerakkan untuk menyempurnakan aksi kerusuhan, tidak bisa diarahkan untuk mengamankan saksi-saksi?

Berhentilah membodoh-bodohi masyarakat. Jangan provokasi kami dengan cerita-cerita fiksi. Kami sudah muak dengan cerita fiksi kalian. Dari Indonesia bubar, tempe setipis ATM, selang RSCM, muka Ratna, sampai real count 62 persen.

Sudahlah, Pilpres sudah selesai. Rakyat sudah memilih dan menentukan. Keputusannya final dan mengikat. Karena semua terlaksana dangan jujur dan adil. Terbuka untuk semua kubu. Saksi-saksi ada di setiap TPS.

Jika memang mau menjaga demokrasi di arah yang benar, gunakanlah panggung MK secara jantan. Benar-benar untuk meluruskan dan menjaga demokrasi, bukan untuk orasi dan provokasi.

Berhentilah menyerukan pemilu ulang, karena sejatinya kalian juga tidak mau itu. Kalau kalian pikir seruan semacam itu dapat membangkitkan emosi para pendukung, percayalah bahwa itupun tak akan mampu mengumpulkan banyak orang.

Mau dengan cara apapun, Prabowo tak akan bisa menjadi Presiden. Karena Tuhan juga tidak merestuinya. Bahkan kalaupun pemilu diulang, KPUnya orang Gerindra, Bawaslunya kader Gerindra, buat pemilu sendiri, pun belum tentu Prabowo bisa menang. Karena apa? karena memang tidak ditaqdirkan untuk menang.

Sadarlah bahwa Prabowo sudah 3 kali kalah dalam Pilpres. 3 kali masyarakat Indonesia menolaknya secara terstruktur, sistematis dan massif. Tak ada yang aneh dengan kekalahan Prabowo, karena sejak 15 tahun lalu, masyarakat sudah menolaknya.

Jadi saran saya, sebaiknya kalian berhenti melakukan provokasi dan propaganda. Sudahilah, sebelum masyarakat menghukum Gerindra lebih kejam lagi nantinya.

Percayalah, apapun yang kalian lakukan sekarang dan rencanakan esok hari, tak akan mengubah taqdir. Tak akan ada yang dapat mengubah kemenangan Jokowi. Jadi untuk apa susah payah menabung dosa, mengurasi emosi dan tenaga untuk hal yang sia-sia belaka?

Untuk apa mengorbankan rakyat hanya demi kuasa yang mustahil kalian dapatkan? Sudahlah. Korban yang kalian tembak sendiri itu sudah mati sia-sia. Narasi peluru bertebaran yang coba kalian fitnahkan juga nyatanya tak berhasil membuat orang-orang percaya. Karena apa? karena kalian sudah terlanjur banyak hoaxnya. Jadi apapun yang akan kalian sampaikan setelah ini, masyarakat tak akan percaya.