Agar Tidak Berbohong Lagi, Saksi Kubu 02 Harus Diperkarakan -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

Agar Tidak Berbohong Lagi, Saksi Kubu 02 Harus Diperkarakan

Referensi
Saturday, 22 June 2019
Hoax, semburan kebohongan, ujaran kebencian, menakut-nakuti rakyat, itulah gambaran yang selama ini kita saksikan pada kubu 02. Lalu tidak mau menerima kekalahan terjadilah kerusuhan 21-22 Mei 2019. Dan para pemain yang ingin Prabowo berkuasa pun diciduk, lumayan mengurangi menjalarnya kerusuhan yang bisa lebih melebar lagi.

Jika para elit yang sangat haus kekuasaan ini tidak mengajarkan para anak buahnya di akar rumput untuk menggunakan segala cara, apakah mungkin melakukan sendiri dan inisiatif sendiri? tak mungkin militansi itu terjadi kalau tidak ada yang mempengaruhinya. Bisa saja lewat tokoh-tokoh seperti Ustad yang mungkin saja sudah diberi fasilitas yang membakar semangat jemaahnya.

Militansi yang terbaik itu adalah menggunakan akal sehat secara konsisten. Dan militansi yang terburuk adalah tidak menggunakan akal hanya main menyerobot, hanya ikut-ikutan karena hoax yang sudah dijadikan dasar kebenaran. Kebayang kan bagaimana para saksi awal tim kuasa hukum 02 yang polanya sama. Sumpeh sampai sekarang masih ngakak para pemirsa menyaksikan itu.

Namun, Bambang berusaha menutupi kekurangan saksi abal-abal nya itu. Ia tetap tidak malu telah menghadirkan saksi abal-abal. Dan dengan bermain retorika, Bambang berusaha terus mempengaruhi sidang dan membangun lagi opini.

Meskipun dia mengatakan bahwa ini bukan masalah 02, tapi masalah kejujuran dan keadilan untuk masyarakat. Bisa dikatakan, itu hanya bahasa gombal sahaja. Kehadirannya sebagai tim kuasa hukum 02 adalah karena memang ada bayarannya, dan dia dituntut bagaimana bisa memenangkan paslon 02 dengan segala macam argumen. Bahkan dengan usaha menjatuhkan saksi ahli.

Jadi, boro-boro ngomong masalah pendidikan politik dan keadilan serta kebenaran, wong saat kampanye, junjungannya telah menggunakan cara-cara yang sangat busuk. Cara-cara yang tidak berpendidikan, cara-cara yang paling kotor. Maka tak heran kalau kepada para elit mereka seperti Fadli Zon dikatatakan mulutnya sampah. Karena provokasi yang sering dimainkan begitu sangat menjijikkan, penuh kepalsuan.

Jadi semua yang dilakukan tim hukum 02 hanyalah drama saja. Gaya bicara yang sudah tak bisa dipercaya lagi, hanya menyisakan hal yang membosankan. Sudah jelas-jelas hanya membela genderuwo sontoloyo.

Karena saksi-saksi abal-abal yang hadir itu hanya mengotori ruang sidang, maka menurut saya sangat tepat kalau memperkarakannya, diproses sesuai hukum, agar ke depan tidak ada lagi saksi-saksi yang seperti itu. Salah satu saksi yang membawa amplop yang diduga palsu yaitu Betty Kristiana. Dan tak menutup kemungkinan saksi yang lain pun diperkarakan.

Cuma memang Pak Yusril sebagai ketua Tim hukum 01 Jokowi-Ma'ruf sangat tahu proses hukumnya ini, karena itulah beliau mengatakan mempertimbangkannya.

"Ini serius ya masalah amplop ini. Karena diduga palsu dan kemudian ada kemungkinan selesai sidang ini, kami mewakili Pak Jokowi-Ma'ruf apakah beliau ingin saksi ini ditindaklanjuti secara pidana," katanya di Gedung MK, Jumat (21/6).

Tapi sepertinya sih, mungkin Pak Jokowi dan Kyai Ma'ruf akan memaafkan mereka, dan suatu hari para saksi abal-abal ini akan minta maaf dan mengakui kesalahannya. Mungkin akan dilihat sampai sejauh mana kerusakan yang bisa ditimbulkan. Jadi itulah ada kata mempertimbangkan, ini adalah proses bagaimana akal bekerja demi mendapatkan kemaslahatan bersama.

Tapi, menurut saya pribadi sebaiknya dilaporkan saja. Biar semua warga pada tahu bahwa jangan coba-coba menjadi saksi palsu alias abal-abal. Karena itu berat pertanggungjawabannya, bukan cuma di dunia tapi di akhirat juga. Apalagi, kata Pak Yusril, bahwa ada dua jenis kebohongan yang dibawa saksi-saksi itu. yaitu palsu keterangannya dan memalsukan identitas.

Memang sangat parah. demi ambisi kekuasaan junjungan-nya, orang-orang ini nekat menjerumuskan dirinya. Entah berapa bayaran dan uang saku yang didapatkannya. Namun, sepak terjang yang nekad itu justru berlawanan dengan ajaran agama yang dianutnya. Katanya mereka Islam tapi suka bohong dan bersumpah palsu. Islam tidak mengajarkan itu.

Orang-orang seperti ini yang sudah menutupi akal sehatnya dengan fitnah, memandang yang bertentangan dengannya bisa dibohongi, bahkan mungkin orang-orang ini tidak percaya dengan pengadilan, maka mereka nekad berbohong.

Maka tidak mengherankan dari awal sudah ada opini agar tidak mempercayai pengadilan, itulah kenapa Amien Rais menggunakan kalimat people power. Ini agar massa bisa terkumpul banyak dan tanpa melalui proses pengadilan terjadi chaos seperti 98, dan Amien Rais tampil lagi sebagai pahlawan dan mengangkat Prabowo-Sandi. Tapi ini semua sudah kebaca, rakyat sudah muak dengan sengkuni yang licik ini.

Jadi semua ini, siapa pun yang telah berkontribusi menyesatkan bangsa ini akan mendapatkan karma nya. Dan meskipun kamvret sulit jera, tapi semoga bisa berkurang setelah memperkarakan kebohongan mereka.