Jokowi Makin Menjulang: Forbes ‘Bongkar’ Kelicikan Prabowo, Sandi dan BPN Sekaligus! -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

Jokowi Makin Menjulang: Forbes ‘Bongkar’ Kelicikan Prabowo, Sandi dan BPN Sekaligus!

Referensi
Sunday, 16 June 2019

Di tengah kebisingan Prabowo dan kubunya yang terus mempermalukan diri sendiri dalam sidang MK kemarin, kekonyolan Prabowo, Sandi serta segenap genk BPN kembali dilucuti dan dibongkar oleh global hingga malu akut.

Kali ini majalah bisnis ternama Forbes yang angkat bicara, yang semakin menebalkan kepercayaan publik bahwa sejatinya Prabowo beserta konco memang tak memiliki apapun untuk ditawarkan selain kebisiangan dan kericuhan politik untuk negeri tercinta ini.


Masih ingat ocehan Mardani Ali Sera per-Sabtu, 03 Maret 2019 lalu, saat elit PKS sekaligus Wakil Ketua BPN tersebut mengatakan bahwa capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, akan memaparkan visi untuk menjadikan Indonesia sebagai macan asia dalam debat keempat Pilpres 2019?

"Prabowo punya visi menjadikan Indonesia macan Asia, karena Pak Prabowo menegaskan Indonesia ini punya geografi penduduk yang luar biasa," ujar Mardani.

Atau celoteh Sandi sebulan kemudian, atau tepatnya pada Minggu (7/4/2019) saat kampanye Akbar di Stadion GBK, Jakarta, yang menyebut sosok pasangannya, Prabowo Subianto, sebagai sosok lelaki sejati yang akan membawa Indonesia menang dan kembali menjadi Macan Asia?

*"Saya ingin bercerita kepada saudara tentang sosok yang insyaallah akan membawa Indonesia menang. Dulu ketika saya masih berjuang merintis usaha, nama beliau sudah mendunia. Dari misi membebaskan sandera di Mapenduma hingga mengirim tim untuk menaklukkan Everest," ujar Sandi.*

*"Beliau mengenalkan Indonesia bukan hanya sekedar negara, tapi sebagai salah satu kekuatan penting dunia, macan Asia," sambungnya.*

*"Ketika saya berjibaku membangun usaha, beliau membuat saya terkesima. Lelaki sejati yang tidak pernah ingkar janji. Lelaki sejati yang tak pernah lari dari tanggung jawab. Jabatan dipertaruhkan demi Indonesia. Ketika orang-orang ingin melarikan diri masing-masing, beliau terjun ke dalam api penyucian, beliau tidak takut ditinggalkan. Karena percaya Ibu Pertiwi selalu memanggilnya," tutur Sandiaga.*

*"Saat atas keliling Indonesia menebarkan semangat kewirausahaan beliau percaya bahwa demokrasi satu-satunya cara mengubah Indonesia ini. Beliau muncul dengan gerakan baru Gerindra. Tujuannya satu, membuat Indonesia kembali menjadi Macan Asia. Kuat ekonominya, adil, makmur rakyatnya, disegani oleh dunia," katanya.*

Merasa muak dengan ucapan Sandi tentang Prabowo tersebut?

Sama...!!!

Apalagi, walau berdasarkan penilaian yang tentu tak lepas dari penilaian subyektif, ucapan Sandi malah jadi terlihat tak ubahnya tengah menjilat pantat saking tak sesuainya dengan kenyataan yang terjadi.

Masak iya, produser semburan hoak disebut sebagai lelaki sejati yang tak pernah ingkar janji? Malah jadi mengingatkan kepada kekonyolan Dahnil yang pernah mengatakan bahwa foto ‘kaburnya’ Prabowo sebagai foto lama meski baru sehari dijepret kamera.

Dan perasaan muak tersebut menjadi kian bertambah kemualannya, ketika sebulan kemudian, Forbes ‘membongkar’ semua kelicikan berjamaah tersebut dengan telak, blak-blakan serta amat menohok.

Dilansir dari TEMPO.CO, majalah bisnis ternama Forbes menjuluki Indonesia sebagai macan Asia Tenggara baru.

Kontributor Forbes Elad Natanson, penulis ekonomi digital Forbes dan pendiri Appnext, dalam artikelnya yang berjudul "Indonesia: The New Tiger Of Southeast Asia" edisi 14 Mei 2019, menyebut Indonesia telah mendorong perkembangan ekonomi digital di Asia Tenggara.

Saat ini Hong Kong, Singapura, Korea Selatan, dan Taiwan dikenal sebagai ekonomi macan Asia karena industrialisasi, perdagangan, dan pengembangan keuangan yang cepat menyebabkan tingginya tingkat pertumbuhan berkelanjutan.

Dua negara pertama adalah pusat keuangan terkemuka dunia dan dua negara kedua dikenal karena industri manufaktur.

Natanson memaparkan alasan Indonesia bisa menjadi macan Asia Tenggara.

Pertama, usia rata-rata Indonesia adalah 29, dan 60 persen dari populasi adalah 40 atau di bawah.

Kedua, Indonesia adalah salah satu negara pertama yang paling mobile di dunia, yang mana dari 150 juta pengguna internet di Indonesia, 95 persen atau 142 juta orang adalah mobile.

Ketiga, 60 persen dari semua orang dewasa Indonesia sekarang memiliki smartphone.

"Ketiga faktor ini membuat Indonesia mewakili populasi besar penduduk asli digital muda yang paham mobile," tulis Natanson dalam laman Forbes.com.

Orang Indonesia menghabiskan 206 menit sehari di media sosial dibandingkan dengan rata-rata global dari 124 negara.

Platform teratas seperti Youtube, Whatsapp, dan Facebook semuanya digunakan oleh lebih dari 80 orang Indonesia online.

Dan 76 persen dari semua pengguna internet di Indonesia melakukan pembelian dari ponsel mereka, tingkat tertinggi e-commerce seluler dari negara mana pun di dunia.

Beberapa tahun terakhir telah terjadi peningkatan yang pesat dalam ekonomi internet Indonesia.

Selain e-commerce, permainan online, iklan, musik dan video berlangganan, serta layanan perjalanan online atau pengiriman makanan, semuanya menikmati adopsi yang penuh semangat dari konsumen muda Indonesia.

"Negara kepulauan digital Indonesia sedang menembaki semua silinder. Didukung oleh basis pengguna internet terbesar di kawasan ini (150 juta pengguna pada 2018), Indonesia memiliki terbesar (US$ 27 miliar/Rp 288 triliun pada 2018) dan pertumbuhan tercepat (49 persen CAGR 2015- 2018) ekonomi internet di wilayah ini. Dengan ruang kepala yang besar di semua sektor, Indonesia siap untuk tumbuh hingga US$ 100 miliar (Rp 1.439 triliun) pada tahun 2025, terhitung US$ 4(Rp 57 ribu) dari setiap US$ 10 (Rp 144 ribu) yang dihabiskan di wilayah tersebut," tulis laporan mendalam oleh Google dan Temasek yang dirilis tahun ini. (Kurs US$ 1=Rp14.390, per 25 Mei 2019).

Melonjaknya ekonomi seluler Indonesia telah dipicu oleh lonjakan besar investasi ventura, dengan US$ 6 miliar (Rp 86 triliun) meningkat selama empat tahun terakhir.

Seperti yang ditulis oleh salah satu pemodal ventura di Venture Beat, peluang di Indonesia hari ini adalah seperti berinvestasi di Cina pada 2008.

Unicorn miliaran dolar telah muncul di beberapa sektor utama, seperti Tokopedia, Traveloka, dan Go-Jek.

"Apa yang membuat pemodal ventura (VC) begitu bersemangat adalah kemampuan untuk mendukung model bisnis yang telah terbukti dari Cina dan AS sambil mengadaptasinya ke pasar besar yang belum dimanfaatkan ini," katanya.

Lagi-lagi cuma sekedar tlethong bin telepong doang.

Ngoceh segala macam tentang ‘Make Indonesia Great Again dan menjadikannya kembali sebagai Macan Asia’, selain hanya jiplakan gaya Trump, yang lebih parah lagi ternyata tak lebih dari sekedar upaya mengangkangi Prestasi Dahsyat Jokowi yang kelas pengakuannya memang sudah global tersebut.

Dilihat dari sisi manapun, tetap saja Prabowo, Sandi Cs memang ‘hancur banget dah’.

Pertama, jikapun misalnya hal tersebut merupakan cita-cita asli Prabowo, Sandi, BPN dan kroninya, malah justru makin menunjukkan bahwa kualitas mereka memang benar-benar sangat hancur dan buruk seburuk-buruknya buruk.

Betapa tidak? Mereka baru mencanangkan hal tersebut sebagai cita-cita terbesar mereka untuk Indonesia, Jokowi secara dahsyat justru telah benar-benar secara real merealisasikannya! : BAHKAN HANYA DALAM HITUNGAN BULAN YANG AMAT SINGKAT PULA PASCA MEREKA MENYATAKANNYA.

Bila sudah seperti ini, yang kemudian menjadi pertanyaan paling menggelitik adalah, “”Apakah Jokowi yang terlalu hebat bagi mereka, atau justru mereka yang amat telmi, hingga dalam melakukan pemetaan cita-cita negara untuk jangka 5 tahun ke depannya pun hanya sebatas itu, hingga langsung dilibas oleh Jokowi, hanya dalam hitungan bulan yang amat singkat?”

Kedua, bila dilihat dari narasinya yang tidak menyertakan sedikitpun strategi selain hanya sekedar bermasturbasi kata tentang jilat pantat dan sejenisnya, sepertinya terlalu jelas, bahwa apa yang dilakukan Prabowo, Sandi, BPN serta kroninya tersebut tak lebih dari sekedar upaya mendompleng serta mengangkangi prestasi dahsyat Jokowi tersebut.

Enak banget, jika misalnya Prabowo yang terpilih lalu menjabat lalu otomatis mendapat warisan prestasi hebat Jokowi tersebut, yang kemudian kian menyulut koar mereka hingga amat membuana, dengan narasi bahwa Prabowo baru terpilih saja Indonesia langsung sukses menjadi Macan Asia.

Bersyukurnya, Gusti Allah memang Mboten Sare.

Indonesia akhirnya sukses menjadi “The New Tiger Of Southeast Asia”.

Tapi di tangan Jokowi.

(Dan bukannya karena meongan grup hello kitty atau bacotan bising bani igau yang hidupnya penuh dengan halu itu).