Di periode Kedua, Jokowi Harus Ambil Lahan Terbesar Ketiga di Jogja yang Dikuasai Amien Rais -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

Di periode Kedua, Jokowi Harus Ambil Lahan Terbesar Ketiga di Jogja yang Dikuasai Amien Rais

Referensi
Thursday, 4 July 2019

kepemilikan lahan Amien Rais di Jogja Tak tanggung-tanggung, Amien Rais merupakan pemilik lahan terbesar ketiga di Jogja setelah Sultan HB X dan Pakualam IX. Dia juga merupakan pemilik sekolah Budi Mulia yang konon menarik uang gedung dan iuran selangit pada siswa siswinya.

Anehnya dengan kekayaan sedemikian rupa, dirinya lantas tak merasa puas. Sejak terjerat kasus yang dulu sempat dibacakan KPK di mana ada aliran uang 600 juta ke rekening Amien Rais, sejak itu dia semakin getol menyerang Jokowi. Kabarnya, uang tersebut merupakan DP perumahan elit yang akan dibangun dengan judul "Amien Rais Family Town House".

Amien Rais sempat mengkritik program bagi-bagi sertifikat tanah yang dilakukan oleh Jokowi untuk rakyat kecil. Oleh salah satu pengamat politik di Jogja sendiri sempat menegur kritikan Amien Rais karena tahu kalau Amien sendiri menimbun kepemilikan tanah yang begitu luas di Jogja. Disaat rakyat asli Jogja sendiri banyak yang belum memiliki tanah dan bahkan seumur hidup ada yang menumpang di tanah milik Sultan HB X dan Pakualam IX.

Untuk itu diperiode kedua, Jokowi harus mendata semua sumber kekayaan dan kepemilikan lahan yang dikuasai sebagian orang dan menyengsarakan banyak rakyat kecil. Selain lahan yang banyak dikuasai oleh cendana bersama kroninya termasuk Prabowo, lahan yang dikuasai Amien Rais juga harus diselidiki asal muasalnya.

Pemerintah juga harus mengaudit sekolah Budi Mulia milik Amien Rais di Jogja. Jangan-jangan banyak uang haram masuk berkedok sumbangan. Konon kabarnya setelah kalah pilpres 2014, Hasyim membeli suara beberapa tokoh muslim termasuk Amien Rais. Bisa jadi uang Hasyim mengalir berkedok sumbangan untuk Budi Mulia istilahnya money laundry.

Amien Rais pasti bisa memprediksi jauh-jauh hari kalau Jokowi berlama-lama menjadi presiden maka keran korupsi yang selama ini bisa ia nikmati perlahan surut. Satu persatu kasus korupsi lama dibuka hingga menyeret namanya. Mau tidak mau Amien Rais beserta keluarganya pasang badan untuk Prabowo. Agar kekayaannya tidak diusik dan juga karena Hasyim rutin memberinya uang bulanan.

Amien Rais selama ini menggunakan topeng agama untuk mengelabui publik agar mencap Jokowi sebagai anti islam. Dia akan memberitakan Jokowi melindungi penista agama, didukung parpol pendukung penista agama, melakukan kriminalisasi ulama, membubarkan organisasi islam HTI dan sebagainya dan sebagainya. Semua itu hanya intuk framing politik agar dia disangka pembela agama islam. Padahal sejatinya hanya membela kepentingan diri dan keluarganya dan terpenting melindungi aset kekayaan terbesar ketiganya di Jogja. Pokoknya jangan sampai Jokowi terpilih kembali jadi presiden. Titik.

Meski untuk itu Amien Rais harus mengorbankan rasa malu dan perjuangan reformasi, dia akan rela yang penting say no to Jokowi. Berbagai hoaks dia lemparkan kepada pemerintah Jokowi. Mulai dari kasus hoaks Ratna Sarumpaet yang dibuat Hanum Rais. Hoaks peluru aparat pada korban kematian kerusuhan 21 22 mei. Sampai seruan gila yakni people power yang berujung pada isu penembakan para jenderal dipemerintahan. Meski tak terlibat langsung, Amien Rais tetap tercatat sebagai orang pertama yang menyerukan people power.

Ini seperti saat DN Aidit yang kala itu mengatakan "ibu pertiwi sedang hamil tua dan sebentar lagi akan lahir". Lah kok malam harinya benar terjadi peristiwa pembunuhan 7 jenderal AD waktu itu yang dikenal peristiwa G 30 S PKI. Dan kini seperti kembali ke sejarah masa lalu, Amien Rais yang menyerukan people power. Lalu saat terjadi kerusuhan terjadi skenario pembunuhan para jenderal, diantaranya Wiranto, Luhut Binsar Panjaitan, Budi Gunawan dan Goris Mere. Saya tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Amien Rais skeluarga kalau rencana pembunuhan para jenderal tersebut sukses terencana. Mungkin ini karma Amien Rais yang selalu menyebut Jokowi PKI dan ternyata perbuatannya seperti PKI.

Makanya saat marak demo di MK kemarin tak terdengar suara nyaring Amien Rais sekeluarga. Apa mungkin mereka ketakutan kalau ada oknum-oknum yang berbuat nekat akibat provokasi yang dilakukan olehnya. Kini Amien Rais kembali ompong seperti Rizieq Shihab yang buron ke Arab. Gagalnya Prabowo menjadi presiden, alamat donasi uangnya akan terputus. Belum lagi kalau ada kebijakan bagi-bagi sertifikat tanah oleh pemerintah. Mohon pak Jokowi segera usut kepemilikan tanahnya di Jogja.