PDIP: Sandiaga Boleh Dicalonkan Kembali -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

PDIP: Sandiaga Boleh Dicalonkan Kembali

Referensi
Monday, 15 July 2019


Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, mengatakan bahwa tidak ada aturan yang melarang Sandiaga Uno kembali menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Kemungkinan Sandiaga menjabat wagub DKI lagi meuncul setelah hasil hitung cepat Pilpres 2019 menunjukkan kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin atas Prabowo-Sandiaga.

Jika mengacu pada aturan pencalonan, Gembong melanjutkan, partai pengusung Anies Baswedan pada Pilkada DKI 2017, yaitu Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera atau PKS, boleh menarik (membatalkan) pencalonan Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Nama kedua kader PKS itu sudah resmi diajukan ke DPRD sebagai calon wakil gubernur oleh Gubernur Anies Baswedan.

"Kalau partai pengusung menarik (dua calon sebelumnya) boleh saja, enggak masalah," kata Gembong kepada Tempo, Senin, 22 April 2019.

Dia berpendapat walau cara tersebut diperbolehkan berdasarkan aturan, namun dirasa tidak etis jika Sandiaga kembali menjabat Wagub DKI. Di sisi lain, pemilihan Wagub DKI belum dapat dilaksanakan di DPRD karena panitia khusus (pansus) pemilihan belum terbentuk. Pansus itulah yang akan membentuk tata tertib pemilihan.

Gembong menerangkan pengajuan calon adalah kewenangan Gerindra dan PKS. Maka PDIP tidak mau mencampuri internal partai pengusung. "Prinsip, DPRD hanya akan memilih dua nama yang diajukan oleh partai pengusung," ucapnya.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi tak mau menanggapi spekulasi Sandiaga bakal merebut kursi yang ditinggalkannya pada Agustus 2018 itu jika gagal menjadi wakil presiden.

"Insya Allah Pak Prabowo-Sandi menang. Prediksi kami masih begitu," kata Suhaimi saat dihubungi, Sabtu, 20 April 2019.

Adapun Ketua Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik menampik skenario Sandiaga kembali ke Ibu Kota. Menurut dia, isu tersebut diembuskan oleh orang yang tidak memiliki akal sehat. "Ini yang ngomong begitu akal sehatnya kurang," ujar Taufik, Kamis, 18 April 2019.

Sumber: Tempo.co