Polisi Tangkap Perempuan Blitar yang Hina Jokowi Bagai Mumi -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

Polisi Tangkap Perempuan Blitar yang Hina Jokowi Bagai Mumi

Referensi
Wednesday, 3 July 2019

Polisi menangkap perempuan asal Kalipucing Sanankulon, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Ida Fitri (44) yang diduga telah melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik Presiden Joko Widodo di media sosial.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan Ida adalah pemilik resmi akun facebook bernama Aida Konveksi, 

Tak hanya itu, Ida juga mengunggah gambar anjing memakai baju kebesaran Hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Ia juga menuliskan caption 'Iblis Berwajah Anjing'.


Mulanya, kata Barung, berdasarkan patroli cyber yang dilakukan kepolisian, gambar mumi Jokowi tersebut diketahui diunggah oleh Ida sejak Minggu (30/6) malam.

"Dia membagikan gambar tersebut pada hari minggu 30 Juni 2019 sekira pukul 20.00 WIB, di rumahnya," kata Barung, saat dikonfirmasi, Selasa (2/7).

Unggahan akun Aida Konveksi itu kemudian menjadi semakin tersebar dan viral lantaran diunggah ulang oleh akun facebook serta akun instagram lain, salah satunya yakni akun info_seputaran_blitar.

Namun, pada Senin (1/7) petang, postingan yang diduga penghinaan tersebut mendadak hilang. Begitu pula dengan akun Aida Konveksi yang tak dapat diakses pada saat yang sama. Kendati demikian kloning atau screen capture unggahan tersebut sudah kadung tersebar.

Dari situ, polisi kemudian segera melakukan tindakan, sebab, hal itu dinilai telah menimbulkan keresahan publik. Sang pemilik akun pun, Ida Fitri diamankan pukul 23.30 WIB, malam tadi. Yang bersangkutan pun tengah diperiksa di Mapolresta Blitar, masih sebagai saksi.

"Tadi malam pukul 23.30 WIB, kita amankan dan saat ini masih di periksa Satreskrim di Mapolres Blitar Kota," kata dia.

Hasil pemeriksaan sementara, kata Barung, Ida telah mengakui bahwa postingan bernada penghinaan terhadap Presiden Jokowi itu memang benar dibuat olehnya. Namun ia mengaku hanya membagikan ulang gambar tersebut.

Polisi, kata Barung, hingga kini masih terus memeriksa Ida, serta meminta keterangan ahli Diskominfo, ahli pidana, untuk mendalami perkara tersebut.

Sumber: Cnnindonesia.com