Prabowo Kalah, Anies Ikutan Gerah? -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

Prabowo Kalah, Anies Ikutan Gerah?

Referensi
Tuesday, 2 July 2019

Seandainya Prabowo memenangkan Pilpres 2019, maka dipastikan Anies akan turut hepi. Turut kecipratan “rejeki” lah. Kepongahannya akan makin menjadi-jadi. Sudah menutup Balai Kota buat pengaduan rakyat langsung ke gubernur, mengurangi transparansi rapat-rapat Pemprov yang dulu biasanya ada di Youtube, pun bertindak tanpa bicara dulu dengan DPRD seperti dalam kasus penerbitan IMB di Pulau Reklamasi. Juga mengambil keputusan tanpa koordinasi dengan instansi lain seperti dalam penataan Tanah Abang.

Kebiasaan Anies yang maunya bertindak sendiri akan lebih mantap apabila Prabowo jadi presiden. Instansi lain akan makin sungkan berurusan dengan Anies. Karena pastinya Anies akan didukung penuh oleh Prabowo. Siapa yang melawan, ya silakan berhadapan dengan Prabowo. Situ berani?


Saat ini Anies masih mendapatkan pembelaan dari Jusuf Kalla {JK). Orang yang disebut berperan besar menjadikan Anies sebagai cagub DKI Jakarta dalam Pilkada DKI tahun 2017 silam. Campur tangan JK disebut menyebabkan Anies akhirnya yang diusung sebagai calon gubernur waktu itu Sumber. Dalam beberapa kesempatan, Anies terlihat pamer keakraban dengan JK. Dan JK tidak sungkan menunjukkan sikap yang membela kebijakan yang diambil Gubernur Anies. Misalnya soal penerbitan ratusan IMB untuk bangunan di Pulau Reklamasi tanpa kontribusi 15% buat rakyat DKI Jakarta. JK membela Anies di depan para awak media. "Ya, kita harus realistis dan pragmatis. Mereka sudah reklamasi sampai dengan biaya triliunan dan sudah terjadi, tidak mungkin lagi dibongkar. Siapa yang mau bongkar? Kenyataan mereka sudah membangun dengan izin pemerintah yang lama, ya. Jadi, Gubernur Anies tentu berpikir seperti itu bahwa ini ada berdasar ketentuan-ketentuan yang ada. Maka yang sudah terjadi reklamasi tidak mungkin dibongkar, lah. Tapi, mereka bikin aturan-aturan," kata JK Sumber. Padahal yang dipermasalahkan oleh berbagai pihak adalah keuntungan buat rakyat DKI Jakarta yang hilang gara-gara penerbitan IMB tersebut. Bahkan Anies dengan semena-mena mengkambinghitamkan Ahok sebagai pihak yang telah mengeluarkan Pergub yang memungkinkan diterbitkannya IMB. Suatu sikap yang sangat tidak etis, koplak dan jauh dari tanggung jawab.

Kembali ke JK, sesudah masa dinas JK berakhir, maka Anies akan kehilangan pihak yang tanpa sungkan mampu membela segala tindakannya di depan publik. Tahu sendiri kan bagaimana permisif-nya Prabowo terhadap Anies? Ingat soal isu biaya pembuatan LRT di Indonesia yang kata Prabowo lebih mahal dari negara lain sehingga dicurigai adanya mark up? Jelas-jelas informasi ini kemudian dibuktikan salah oleh berbagai pihak. Dan biang kerok informasi itu adalah Anies, sebagai nara sumbernya Prabowo. Namun tidak ada teguran maupun klarifikasi apa pun yang disampaikan pihak Prabowo terhadap perkataan Anies. Anies hanya cukup memasang muka cuek tanpa malu, dan menyuruh awak media yang membuktikan perkataannya. Sesudah itu menutupinya dengan hiruk pikuk penyegelan Pulau Reklamasi yang dia bikin sendiri.

Nah, itu bisa jadi gambaran bagaimana kelakuan Anies yang makin menjadi-jadi jika Prabowo yang jadi presiden. Sayangnya (buat Anies), Prabowo kalah. Bahkan pecinta dan pemuja Prabowo pun saya rasa makin berkurang dengan adanya kehebohan gugatan mereka di MK. Tinggal pemuja militan (dan bayaran?) yang masih mau berpanas-panas ikut aksi massa di depan MK. Serta para buzzer di media sosial yang cinta mati sama Prabowo.


Tapi kenyataannya? Yang jadi Presiden RI adalah Jokowi. Seorang pekerja keras yang cara kerjanya sangat berbeda dengan Anies. Yang juga bisa menyentil Anies dalam pidatonya, bahkan mungkin pernah menegur langsung Anies di dalam ruangan tertutup? Presiden Jokowi pun sudah menegaskan bahwa beliau sudah tidak ada beban, menyongsong masa jabatan kedua kalinya. Bad news buat kepala daerah yang plonga plongo, mencla mencle dan anti-Jokowi. Sudah lah tidak perlu ditutupi, dalam berbagai kesempatan Anies sudah menunjukkan kok kalau dia ini tidak takut-takut berhadapan dengan Jokowi. Misal ketika membiarkan Amien Rais menyampaikan pidato provokasi di Balai Kota.

Itu dulu sih, ketika Anies merasa yakin Prabowo bisa menang. Sekarang dan ke depannya, Anies akan merasa gerah. Apalagi setelah JK sudah tidak lagi menjabat Wakil Presiden, nanti di bulan Oktober. Pasti akan makin tidak enak menjadi seorang Anies. Kebijakan dan kelakuannya akan makin diawasi sampai ke urusan printilan. Para netizen akan makin berani mengkritik dan menegur Anies. Apalagi yang terkait dengan uang rakyat. Ya memang haknya rakyat kan buat mengkritik pemimpinnya. Itu kan ajaran Fadli Zon. Maka Anies pun terkena imbasnya hehehe… Mungkin Anies akan makin fasih bermain kata-kata. Namun bisa jadi suatu saat dia pun kehilangan kata-kata. Sementara sebuah petisi online yang menuntut pencopotan jabatan Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta pun masih berjalan. Anies pun makin merasa gerah?

Sumber: Seword.com