Ramai-ramai Kader Gerindra Daftar Calon Anggota BPK -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

Ramai-ramai Kader Gerindra Daftar Calon Anggota BPK

Referensi
Thursday, 4 July 2019


Mantan Panglima Roemah Djoeang Pius Lustrilanang membenarkan dirinya mendaftar sebagai calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) periode 2019-2024. Pius, yang juga ketua DPP Partai Gerindra, mengaku sudah direstui ketua umum Prabowo Subianto.

Roemah Djoeang merupakan kelompok relawan pendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Pius pernah mengklaim punya 35 ribu relawan seluruh Indonesia saat pilpres masih berlangsung.

"Beliau sudah setuju," tutur Pius saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (3/6).


Pius mengaku tidak berkomunikasi langsung dengan Prabowo. Ada tiga orang mengkomunikasikan dirinya kepada Prabowo untuk dijadikan calon anggota BPK.

Tiga orang yang dimaksud adalah Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, dan mantan cawapres Sandiaga Salahuddin Uno. Pius mengatakan dirinya berada di tempat saat ketiga orang tersebut mengusulkan namanya kepada Prabowo.

Selain Prabowo, Hashim Djojohadikusumo dan Sandiaga Uno disebut tahu pencalonan Pius sebagai anggota BPK.
Selain Prabowo, Hashim Djojohadikusumo dan Sandiaga Uno disebut tahu pencalonan Pius sebagai anggota BPK.Selain Sandiaga, Hashim Djojohadikusumo dan Ahmad Muzani disebut tahu pencalonan Pius sebagai anggota BPK. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Mereka bertiga menyebut nama saya di depan Ketum (Prabowo) dan saya ada di sana," kata Pius.

Pius tidak mau membeberkan kapan Hashim, Muzani, dan Sandiaga bicara dengan Prabowo soal dirinya menjadi calon anggota BPK.


"Tanya ketiga orang tersebut," kata Pius, yang juga aktivis '98 yang pernah jadi korban penculikan itu.

Dia mengamini soal ketentuan soal pengunduran diri dari partai jika lolos seleksi dan menjadi anggota BPK. Dia mengamini hal tersebut. Prabowo, kata Pius, juga paham konsekuensi semacam itu.

Pius tidak memberikan tanggapan tegas apakah dirinya mendaftar calon anggota BPK sebagai bagian dari rekonsiliasi politik setelah Pilpres 2019. Dia hanya mengatakan bahwa mayoritas elit setuju bahwa rekonsiliasi perlu dilakukan.

"Rekonsiliasi bisa terjadi di dalam mau pun di luar pemerintahan," imbuh Pius.

Gedung BPK.
Saat ditanya soal kemungkinan ada yang menudingnya sebagai pengkhianat jika masuk BPK, Pius menegaskan bahwa lembaga itu adalah lembaga di luar pemerintahan dan tidak dibawahi oleh presiden.

"BPK adalah lembaga tinggi negara yang sejajar kedudukannya dengan presiden," ucap Pius.

Pius Lustrilanang merupakan Ketua DPP Gerindra. Pada Pilpres 2019 lalu, dia menjadi Panglima Roemah Djoeang yang berkantor pusat di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dia pernah mengklaim Roemah Djoeang memiliki 35 ribu relawan yang tersebar di seluruh Indonesia. Puluhan ribu relawan itu siap melakukan kerja-kerja pemenangan Prabowo-Sandi.

"Sekarang 35 ribu untuk seluruh Indonesia," tutur Pius usai acara peluncuran bukunya berjudul Menjemput Perubahan di markas Roemah Djoeang, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu 10 Oktober 2018 lalu.

Selain Pius ada pula nama politisi Gerindra lain yang mendaftar sebagai calon anggota BPK periode 2019-2024. Dia dalah Willgo Zainar.

Wakil ketua umum DPP Gerindra Ferry Juliantono mengaku sempat ikut seleksi anggota BPK meski tak melanjutkannya.
Wakil ketua umum DPP Gerindra Ferry Juliantono mengaku sempat ikut seleksi anggota BPK meski tak melanjutkannya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Willgo adalah anggota legislatif dari Komisi XI DPR RI Fraksi Gerindra. Dia gagal mempertahankan kursi DPR lantaran kalah di Pemilu 2019.

Politisi Gerindra lainnya yakni Haerul Saleh dan Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono juga mendaftar sebagai calon anggota BPK. Namun, Ferry mengatakan dirinya sudah tidak lagi menjadi calon anggota BPK.

"Saya tidak melengkapi berkas, Sudah mundur," tutur Ferry saat dikonfirmasi.