Manaqib Imam Ahmad bin Al - Faqih Al- Muqaddam Muhammad bin Ali Ra -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

Manaqib Imam Ahmad bin Al - Faqih Al- Muqaddam Muhammad bin Ali Ra

Referensi
Monday, 12 August 2019
Nasab Imam Ahmad bin Al – Faqih Al – Muqaddam Ra.

Imam Ahmad bin Sayyidina Al-Imam Al-Faqih Al-Muqaddam muhammad bin Sayyidina Ali bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib Marbat bin Sayyidina Al-Imam Kholi Qosam bin Sayyidina Alwi bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib As-Shouma’ah bin Sayyidina Al-Imam Alwi Shohib Saml bin Sayyidina Al-Imam Ubaidillah Shohibul Aradh bin Sayyidina Al-Imam Muhajir Ahmad bin Sayyidina Al-Imam Isa Ar-Rumi bin Sayyidina Al- Imam Muhammad An-Naqib bin Sayyidina Al-Imam Ali Al-Uraydhi bin Sayyidina Al-Imam Ja’far As-Shodiq bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin Sayyidina Al-Imam Ali Zainal Abidin bin Sayyidina Al-Imam As-Syahid Syababul Jannah Sayyidina Al-Husein. Rodiyallahu ‘Anhum Ajma’in.

Imam Ahmad lahir dan dibesarkan di Tarim. Di samping belajar kepada ayahnya, Imam Ahmad juga belajar kepada saudaranya Alwi dan Abdullah, karena beliau adalah anak yang paling kecil dari ayahnya. Beliau juga seorang yang hafal alquran. Imam Muhammad bin Ali al-Faqih al-Muqaddam berkata: "Anakku ada lima. Alwi, Abdullah dan Abdurahman mewarisi dzatku sedangkan Ali dan Ahmad mewarisi sifatku".
Imam Ahmad selalu berjalan di atas thoriqah ayahnya, diantaranya banyak berpuasa, silaturahmi, berdzikir baik malam dan siang, sangat suka beruzlah menghindari diri dari bercampur dengan manusia. Menurut beliau, banyak bercampur dengan manusia mewariskan kebangkrutan amal. Beliau seorang yang zuhud dan tawadhu' terhadap orang yang lebih tua dan yang lebih muda.
Syaikh Sahal bin Abdullah bin Muhammad bin Hikam Baqasyir berkata: "Ketahuilah, sesungguhnya Allah telah memberi berkahnya kepada nabi Muhammad saw , dan dari nabi diberikan kepada para shalihin dan orang-orang yang berziarah pertama ke makam Sayid Ahmad sambil berkata: Assalamu'laikum wahai sayid Ahmad, engkau telah mendapatkan berkah dari nabi saw dan berkah nabi dari Allah swt".
Imam Ahmad wafat sebagai syahid pada tahun 706 hijriyah, di makamkan dekat masjid al-Arif Billah Syaikh Abdullah bin Ibrahim Baqasyir. Makamnya terkenal di kalangan masyarakat sekitar dan diperbaharui pada awal abad sepuluh.
Keluarga Imam Ahmad bin Imam Al-Faqih Al-Muqaddam.
Syaikh Ahmad bin Syaikh Muhammad al-Faqih al-Muqaddam wafat di Ajz tahun 706 H, Dikaruniai empat orang anak laki:
1. Muhammad, wafat di Tarim tahun 743 H, dikaruniai dua orang anak laki:
a. Umar, wafat di Tarim tahun 782 H, dikaruaniai seorang anak bernama Muhammad Abi Maryam.
b. Ali, wafat di Tarim tahun 830 H, dikarunai empat orang anak laki:
1) Ahmad, mempunyai seorang anak bernama Abdullah wafat di Tarim th 873 Hijriyah.
2) Abdullah mempunyai anak bernama Abdurahman al-Asqo' wafat tahun 891 Hijriyah, dan Abdurahman dikaruniai lima orang anak:
a) Abdullah

b) Ahmad keturunannya terputus
c) Abu Bakar
d) Umar
e) Muhammad al-Asqo', wafat di tarim tahun 917 H, mempunyai tiga anak
(1) Ahmad
keturunannya terputus
(2) Abdullah shohib Syubaikah
(3) Abdurahman Bilfaqih, wafat di Tarim tahun 969 H, mempunyai enam orang anak laki:
(a) Ali

(b) Abu Bakar keturunannya terputus
(c) Alwi
(d) Muhammad
(e) Husin, mempunyai enam orang anak laki:
i) Abdurahman
keturunannya terputus
ii) Ali Ulwan
iii) Ahmad, mempunyai empat orang anak:
1. Abu Bakar (keturunannya di India
2. Abdurahman (keturunannya terputus)
3. Umar (keturunannya di Tarim)
4. Abdullah, mempunyai tiga orang anak:
a. Alwi (keturunannya terputus)
b. Abu Bakar (keturunannya di India)
c. Abdullah (anaknya Muhammad dan Abdurahman)
iv) Abu Bakar,
v) Muhammad, mempunyai dua orang anak:
(i) Alwi, keturunannya di Sagathra
(ii) Husin, keturunannya keluarga al-Duwaiani di Du'an, Jawa
vi) Umar.
(f) Ahmad
2) Hasan Jabhan, (keturunannya keluarga BaJabhan)
3) Muhammad, mempunyai sebelas orang anak laki:
a) Hasan

b) Alwi al-Akbar
c) Abdullah al-Akbar
d) Abdullah al-Asghor keturunannya sedikit dan terputus.
e) Ali
f) Alwi al-Hadziq
g) Husin al-Mualim
h) Umar Sanah
i) Ibrahim al-Harots (keturunannya keluarga al-Harots, al-Zahmali, Ba-Khomir/terputus)
J) Abdurahman, mempunyai seorang anak bernamar Umar al-Hamra (wafat di Taiz tahun 889 H keturunannya di Lihij
k) Abu Bakar al-Jufri, mempunyai tiga orang anak laki bernama:
(1) Ahmad, mempunyai dua orang anak laki:
(a) Abu Bakar (keturunannya terputus)
(b) Muhammad Kuraikarih, mempunyai dua orang anak bernama:
i) Abdullah (keturunannya terputus)
ii) Ahmad al-Kaf, wafat tahun 911 H, mempunyai 2 orang anak
(a) Abu Bakar, mempunyai empat orang anak terputus keturunannya. Sedangkan yang kelima adalah Salim wafat di Tarim tahun 988 H, keturunannya keluarga al-Kaf di India, Zhufar, Marbath.
(b) Muhammad, mempunyai dua orang anak bernama:
- Ibrahim
- Ahmad.

(2) Alwi al-Khowash, mempunyai empat orang anak laki:
(a) Ahmad
keturunannya terputus
(b) Muhammad
(c) Abdurahman, keturunannya di Khuraibah, Madinah, Jeddah, Jawa.
(d) Abdullah Attarisi, mempunyai tiga orang anak laki:
i) Abdurahman (keturunannya di Tarim)
ii) Muhammad, mempunyai empat orang anak laki:
a. Ali (keturunannya di India, Syihir)
b. Abu Bakar (keturunannya di Tarisi, Zhufar)
c. Abdullah (keturunannya di Rida', Hajar)
d. Abdurahman, wafat di Tarim tahun 1307 H, mempunyai tujuh orang anak laki:
1. Abdullah (Keturunannya di Bihan, Pahang, Makkah)
2. Abu Bakar (keturunannya di Seiwun, Makkah Semarang)
3. Hadi (keturunannya Aal AlBahil di Deli)
4. Shodiq (keturunannya di Tarisi, Malabar)
5. Umar (keturunannya di Rahiyah, Du'an, Ribath)
6. Alwi (keturunannya di Sagthra)
7. Muhammad (keturunannya di India)
iii) Alwi, mempunyai dua orang laki:
(a) Abdullah Jafran (keturunannya di Tarisi)
(b) Syaichon (keturunannya keluarga al-shofi al-Jufri di Jawa, Surabaya, Tarisi)
(3) Umar al-Jufri, keturunannya di Hajar.
4) Husin, mempunyai empat orang anak laki:
a) Ali

b) Muhammad (keturunannya terputus)
c) Ahmad
d) Abdurahman al-Jazirah, wafat di Tarim tahun 884 H, anaknya:
1. Hasan keturunannya sedikit dan terputus
2. Muhammad
3. Husin keturunannya di Thiryah
4. Ahmad al-Biedh, wafat di Syihir tahun 945 H. Keturunannya keluarga al-Biedh di Syihir, Ridah, Baijapur, Aceh, Sawahil.
2. Umar, wafat tahun 743 H, dikaruniai dua orang anak:
a. Muhammad
b. Ali Ba'umar, mempunyai seorang anak bernama Umar, dan Umar dikaruniai dua orang anak:
1) Ahmad Qoyah, mempunyai dua orang anak:
a) Hasan (keturunannya terputus)
b) Abdurahman (keturunannya di India, Habasyah dan keluarga Bakriyah Ba'umar di Madinah)
2) Muhammad al-Ruchailah, keturunannya:
a. Keluarga al-Ruchailah Ba'umar di Madinah, Zhufar, Jazab
b. Keluarga al-Qosyasyi di Saihut, Zhufar, Jawa
c. Keluarga al-Bahri Ba'umar di India, Gail, Badiyah
d. Keluarga al-Hakam Abdullah bin Umar
3. Alwi, wafat di Makkah tahun 747 H, dikaruniai empat orang anak laki:
a. Muhammad, wafat di Tarim tahun 767 H.

b. Ali, wafat di Makkah keturunannya terputus
c. Abdurahman, wafat di Hayyan
d. Abdullah, mempunyai seorang anak bernama Muhammad, dan Muhammad di-karuniai dua orang anak laki:
1) Ahmad Ba Ahdak, keturunannya keluarga Asy-Syarwi dan keluargaal-Baar di Makkah, Du'an.
2) Abdurahman, mempunyai seorang anak bernama Muhammad Syarim, dan Muhammad Syarim dikaruniai seorang anak bernama Abdurahman.
Abdurahman, mempunyai dua orang anak laki:
(1) Ahmad (keturunannya di Musyaqos)
(2) Umar
4. Abu Bakar al-Wara', wafat tahun 706 H, dikuburkan dekat makam Syaikh Alwi Ammul Faqih, dikaruniai empat orang anak laki:
a. Muhammad

b. Ali keturunannya terputus
c. Hasan keturunannya keluarga Hasan al-Wara
d. Ahmad, mempunyai lima orang anak laki:
1) Umar
keturunannya terputus
2) Ali
3) Muhammad Kadad, mempunyai seorang anak bernama Umar, dan Umar dikaruniai dua orang anak laki:
a) Ali (keturunannya terputus tahun 1104 H)
b) Ahmad al-Chanam (keturunannya keluarga Chaneman di Tarim, Jawa, Palembang)
4) Abu Bakar, mempunyai dua orang anak laki:
a) Ali (kakek keluarga Maula Ahlih di Qasam)
b) Muhammad Basuyud (kakek keluarga al-Hamil di Ghaizhah, India)
5) Abdullah, mempunyai tiga orang anak laki:
a. Muhammad
b. Ahmad (keturunannya keluarga al-Huut)
Abu Bakar (keturunannya keluarga al-Ghaizhah, al-Ba'ali