Kiai Maimoen Zubair Ditunggui Hadratusyeikh KH. Hasyim Asy’ari -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

Kiai Maimoen Zubair Ditunggui Hadratusyeikh KH. Hasyim Asy’ari

Referensi
Tuesday, 6 August 2019

Saat Lahir, Kiai Maimoen Zubair Ditunggui Hadratusyeikh KH. Hasyim Asy’ari


Ulama besar Indonesia, KH. Maimoen Zubair telah wafat. Kabar itu membawa duka lara bagi masyarakat Indonesia. Begitu banyak orang yang merasa kehilangan Mbah Moen. Media-media di Indonesia, baik media arus utama dan media keislaman, menulis tentang Mbah Moen. Lini masa media sosial dipenuhi dengan ucapan bela sungkawa dari warganet. Bahkan berita wafatnya Mbah Moen sempat menjadi trending topic nomor satu di jagad twitter.
Seharian ini, para tokoh yang mengenal dan pernah bertemu dengan Mbah Moen, menceritakan pengalamannya di laman media sosialnya masing-masing. Maka berhamburan kisah-kisah keteladanan dari Mbah Moen ke publik. Tentu saja, termasuk kisah-kisah yang belum diketahui oleh orang banyak tentang sosok Mbah Moen.
Salah satu tokoh yang menceritakan pengalamannya itu adalah cucu Hadratusyeikh KH. Hasyim Asy’ari, Gus Zaky Tebuireng. Kisah itu dipost di akun facebook miliknya.
“Hari Senin, saya dan Gus Afif sepakat sowan kepada Mbah Moen. Kami segera mengontak khadam beliau dan meminta waktu. Alhamdulillah, kami diberi waktu. Sekitar pukul 21.00 waktu KSA, saya beserta rombongan 7 orang sampai di kamar hotel yang menurut saya, cukup sederhana untuk ukuran Mbah Moen. Beliau masih sare. Agak lama Kami menunggu karena tidak ingin mengganggu istirahat Beliau,” tulis Gus Zaky mengawali kisahnya.
Guz Zaky lalu melanjutkan ceritanya, di sela menunggu, ia sempatkan mengirim fatihah kepada Mbah Moen. Ajaib, tak lama kemudian, Mbah Moen terbangun.
“Segera kami sowan. Beliau dawuh ‘umur diatas 80 tahun, wes susah, opo maneh aku, 91 tahun,’” kata Gus Zaky menirukan dawuh Mbah Moen.
Kepada Gus Zaky, Mbah Moen bercerita bahwa menjelang kelahirannya, beliau sempat ditunggui oleh Hadratusyeikh KH. Hasyim Asy’ari.
Sebagaimana umumnya sowan kepada para kiai, Gus Zaky memohon barakah doa Mbah Moen.
“Di tengah-tengah doa yang dipanjatkan, terdengar isak-isak tangis kecil. Beliau sempat minta maaf atas tidak adanya suguhan,” kata Gus Zaky.
Barangkali, lanjut Gus Zaky, kami adalah orang terakhir yang mendapat doa barakah dari beliau.
“Bahkan ketika saya pamit dan akan memberikan titipan dari kawan-kawan, beliau dawuh ‘mpun tho, mboten usah ngeten Kiai’. Cleguk! Beliau menyebut Saya “kiai” yang jauh dari standar seorang kiai,”
“Selamat Jalan Mbah Moen. Allah mencintai Panjenengan,” ujar Gus Zaky mengakhiri ceritanya.
Sebagai informasi tambahan, KH. Maimoen Zubair lahir tahun 1928 M, sementara KH. Hasyim Asy’ari wafat tahun 1947 M. Jadi cerita Mbah Maimoen ditunggui oleh KH. Hasyim saat kelahirannya, bukan cerita karangan semata. (Rokhim)