3 Polisi Gondrong Paling Ditakuti di Indonesia -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

3 Polisi Gondrong Paling Ditakuti di Indonesia

Referensi
Saturday, 11 July 2020

Mengenal 3 Sosok Polisi Gondrong Paling Ditakuti di Indonesia - Kolase/Sripoku.com


Ketiga sosok polisi yang memiliki gaya khas ini yakni Katim Heri Gondrong, Jacklyn Choppers atau Bang Jack, dan juga Aiptu Titok.


Bagi kalangan pengguna media sosial (medsos), mayoritasnya pasti mengenal dengan sosok polisi yang pernah viral di medsos.

Ketiga sosok polisi yang memiliki gaya khas ini yakni Katim Heri Gondrong, Jacklyn Choppers atau Bang Jack, dan juga Aiptu Titok.

Prestasi yang mereka raih membuat mereka banyak disegani oleh masyarakat dan ditakuti oleh para penjahat.

Berbagai cara yang mereka lakukan untuk menangkap penjahat bisa dinilai sangan luar biasa.

Seperti, Polisi Heri Gondrong, yang menyamar menjadi seorang ibu-ibu untuk menangkap pencopet di Pasar 16 Ilir Palembang.

Kemudian ada Polisi Jacklyn Choppers atau Bang Jack, yang menyamar untuk menangkap preman yang berkedok menjadi Security.

Lalu ada Aiptu Titok, Di balik badan gemuknya, dia lincah saat menangkap seorang penjahat. Sudah tak terhitung kasus-kasus kriminal yang dia ungkap. Mulai dari pencurian, penganiayaan, perampokan, begal, hingga pembunuhan.

Siapa sih sebenarnya mereka?

Berikut Profil Ketiga sosok polisi yang memiliki gaya khas tersendiri untuk menangkap seorang penjahat, dirangkum Sripoku.com dari berbagai sumber.

1. Jacklyn Choppers atau Bang Jack, tugas di Satuan Jatanras Polda Metro Jaya

Baru-baru ini Jajaran Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menciduk HS, pria yang diduga mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi. Video HS sempat viral di media sosial.

Rupanya, dalam penangkapan pria pengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi itu, ada sosok polisi nyentrik yang cukup populer, dialah Aiptu Jakaria atau juga dikenal dengan nama Jacklyn Choppers atau Bang Jack.

Di akun Youtube-nya, Aiptu Jakaria atau Jacklyn Choppers alias Bang Jack, juga mengunggah detik-detik penangkapan pria pengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi.

Sosok Aiptu Jakaria atau Jacklyn Choppers pun jadi sorotan warganet.

Penampilannya memang nyentrik. Dia mengenakan kaus berwarna hitam dengan desain berciri khas kaus seorang rocker.

Rambutnya tampak panjang terurai. Di kepalanya, dia juga mengenakan penutup berupa beanie hat.

Aiptu Jakaria atau Jacklyn Choppers ternyata memang kerap bikin vlog atau video di akun Youtube pribadinya.

Ternyata, dia sudah membuat dan mengunggah video sejak 2016.

Dia mengatakan, salah satu tujuannya sebenarnya adalah untuk dokumentasi pribadi dan dokumentasi unit dua Jatanras Polda Metro Jaya.

Dia pun menjelaskan, tak masalah dirinya yang seorang polisi membuat sebuah video dokumentasi.

Kebetulan, Aiptu Jakaria mengaku dia berada di tim tindak, bukan tim lidik.

Dalam video-videonya itu, lanjutnya, kerap juga ada edukasi kepada masyarakat mengenai kasus-kasus yang sedang ditangani.

Misalnya, kasus penipuan di mana seseorang ada yang mengaku sebagai polisi.

2. Katim Heri Gondrong (Hergon), tugas di Satuan Jatanras Polda Sumsel 

Masyarakat Sumatera Selatan, khususnya kota Palembang tentu tidak asing lagi dengan sosok Aiptu Heri Kusuma Jaya atau biasa dipanggil Katim Heri Gondrong.

Pria yg menjabat Katim Opsnal Unit I Subdit III Jarantas Ditreskrimum Polda Sumsel ini dikenal garang ketika melakukan penertiban maupun operasi masyarakat (pekat) di kota Palembang.

Lewat berbagai tayangan di media sosial sejak beberapa bulan belakangan ini, Katim Heri dan rekan-rekan aktif melakukan pengamanan dan menjaga kondusifitas di kota Palembang.

Aksi tim Opsnal Unit I Subdit III Jarantas Ditreskrimum Polda Sumsel ini beberapa kali viral di media sosial.

Menarik perhatian masyarakat tidak hanya di Sumatera Selatan, bahkan di seluruh Indonesia.

Katim Heri sebagai “ikon” tim Jatanras pun menjadi sosok yg paling menjadi perhatian.

Selain penampilan dengan rambut lurus panjangnya

Gayanya khas ketika melakukan interaksi, sosialisasi maupun penindakan terhadap pelaku kejahatan jalanan pun menjadi daya tarik tersendiri.

Dari berbagai macam kejahatan jalanan yg ditindak tim Jatanras, persoalan parkir liar jadi salah satu sorotan masyarakat.

Ada cerita menarik saat tim Jatanras di bawah pimpinan Katim Heri hendak meringkus pelaku penggelapan barang berharga berupa emas di Palembang.

Saat itu pelaku diketahui tengah berada di sebuah rumah makan di Jalan Jenderal Sudirman.

Begitu tiba di lokasi, Katim Heri dan rekan-rekan mendapati pelaku yang berinisal E sedang makan siang.

Bukannya langsung meringkus, Katim Heri mempersilakan pelaku menyelesaikan makan siangnya.

Bahkan Katim Heri juga membayar tagihan makan pelaku tersebut.

Katim Heri menjelaskan, dalam menindak dan memperlakukan pelaku kejahatan, harus berdasar kepada persoalan hukum, yakni melihat terlebih dahulu tindak pidana yang dilakukan pelaku.

Pedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP) saat penangkapan pelaku kejahatan yang dimaksud Kapolda, kata Katim Heri, ada tiga unsur yakni yuridis, teknis dan etis.

3. Aiptu Titok Satreskrim Polres Brebes

Seorang polisi nyentrik berbadan gempal dan berambut gondrong ini selalu mencuri perhatian.

Di balik badan gemuknya, dia lincah saat menangkap seorang penjahat. Sudah tak terhitung kasus-kasus kriminal yang dia ungkap. Mulai dari pencurian, penganiayaan, perampokan, begal, hingga pembunuhan.

Anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Brebes itu bernama Aiptu Titok Ambar Pramono.

Lantaran prestasi yang ditorehkannya mengungkap ratusan kasus kejahatan setiap tahunnya, pria kelahiran Prambanan, Yogyakarta, 40 tahun lalu itu, baru saja dipromosikan menjadi Kepala unit (Kanit) 1 Satreskrim Polres Brebes oleh Kapolres Brebes, AKBP Aris Supriyono.

Ndan Titok, begitu ia akrab disapa, sering muncul di media massa, baik TV dan media online.

Termasuk media sosial: Facebook, YouTube, dan Instagram saat dalam pengungkapan kasus kejahatan kriminal.

Tak pelak, banyak masyarakat dan netizen selama ini bertanya-tanya bagaimana sosok Ndan Titok tersebut.

Ternyata, ada cerita menarik di balik perjalanan kariernya hingga menjadi polisi. Awalnya, Ndan Titok ternyata tak bercita-cita sebagai polisi melainkan sebagai akuntan publik. 
Setelah lulus SMK, ia sempat berkuliah di sebuah kampus di Yogyakarta.

Namun, duduk di bangku kuliah hanya mampu dijalaninya sampai satu semester.

Selanjutnya, Titok iseng mendaftar Bintara. Meski iseng, ternyata diterima menjadi anggota polisi pada angkatan 1997-1998.

Di awal kariernya menjadi polisi, ia dulu langsung masuk dalam anggota unit reaksi cepat Satreskrim Polres Brebes. Pada tahun 2000, ia mulai menjadi anggota Reskrim Mobile (Resmob).

Ia juga sempat bertugas di Aceh selama 1 tahun pada rentan waktu tahun 1999-2000.

Selama 19 tahun bertugas, Titok hampir selalu ikut turun ke lapangan memburu penjahat yang menjadi target sasarannya.

Banyak suka duka menjalani tugas berat menjaga situasi keamanan di Kabupaten Brebes yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di Jawa Tengah.

Ia pun dikenal garang di hadapan penjahat yang meresahkan masyarakat.

Tak segan-segan menindak tegas hingga instruksi tembak di tempat sesuai SOP bila penjahat melawan petugas.

Tak jarang, banyak penjahat yang 'terkencing-kencing' ketika berhadapan dengannya.