Aksi Protes BLT DD Jadi 200.000 -->

Iklan Semua Halaman

970px x 250px

Iklan

Aksi Protes BLT DD Jadi 200.000

Referensi
Thursday, 9 July 2020


Aksi protes warga Mandailing Natal, Sumatera Utara, soal pembagian bantuan langsung tunai (BLT) berujung kerusuhan, Senin (29/6/2020).
Sedikitnya enam anggota polisi terluka. Mobil Wakapolres Mandailing Natal pun dibakar massa bersama dua kendaraan lainnya.
Saat ini aparat keamanan telah berhasil mengendalikan situasi. Kepala desa yang diduga memotong dana BLT sudah mengundurkan diri sesuai tuntutan warga.
Berikut ini faktanya:
1. Dana Rp 600.000 jadi Rp 200.000
Aksi protes sudah dilakukan pada hari Senin (29/6) di Desa Mompang Julu, Panyabungan Utara.
Saat itu, warga memprotes kebijakan kepala desa setempat yang seharusnya membagikan uang sebesar Rp 600.000 kepada penerima BLT. Namun, yang diberikan hanya sebesar Rp 200.000.
"Kenapa bantuan yang seharusnya diberikan Rp 600.000 per kepala keluarga, namun yang didapat hanya Rp 200.000?" ujar Awaluddin, salah seorang warga saat orasi, Senin.
2. Kecewa tak ada respon, blokade jalan


Gara-gara pembagian BLT Covid-19 ratusan warga memblokade jalan dan berujung bentrok dengan petugas keamanan di Desa Mompang Julu, Panyabungan Utara, Mandailing Natal, Senin (29/06/2020). Kejadian itu menyebabkan sedikitnya enam polisi luka-luka dan tiga kendaraan hangus dibakar massa.(handout)
Kekecewaan warga bertambah setelah mencoba laporkan kasus tersebut namun tak ada respon.
"Apa yang sudah dilakukan kepala desa ini sudah melanggar hukum, dan hal ini sudah kami laporkan, namun belum ada juga respons dari pemerintah. Kami tidak mau lagi ditipu-tipu, kami minta kepala desa dicopot," ujar Awaluddin dan disambut dukungan ratusan warga lainnya.
Warga akhirnya memblokade jalan nasional agar keluhan mereka didengar.

3. Mobil Wakapolres dibakar


Sejumlah personel dari Batalyon C Brimob Polda Sumatera Utara disiagakan paska bentrok warga dengan polisi di Desa Mompang Julu, Panyabungan Utara, Mandailing Natal, Senin (29/06/2020).(handout)
Hingga sore hari, aksi warga tetap berlangsung. Warga meminta Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dan kepala desa yang datang menemui mereka.
Hingga pukul 17.30 WIB, mediasi tidak menemukan titik terang. Kemarahan warga pun pecah dan bentrokan tak terhindarkan.
Massa membakar mobil Wakapolres Madina dan dua kendaraan, satu mobil dan sepeda motor.
Dalam bentrokan tersebut, enam polisi juga turut terluka.
"Satu mobil dinas Pak Wakapolres Madina, satu mobil warga dan juga satu sepeda motor warga. Untuk kendaraan lainnya banyak yang rusak namun belum kita data," ujar Kepala Urusan Humas Kepolisian Resor Madina Bripka Yogi saat dihubungi, Selasa (30/06/2020).

 4. Kades dicopot


Ratusan warga memblokade jalan nasional yang menghubungkan antara Sumatera Utara dan Sumatera Barat di Desa Mompang Julu, Panyabungan Utara, Mandailing Natal, Senin 29/5/2020). Aksi yang dipicu gara-gara BLT Covid-19 ini mengakibatkan bentrok antar kelompok warga dan aparat keamanan, dan dikabarkan sedikitnya dua unit mobil dibakar serta sejumlah polisi mengalami luka-luka(handout)
Menurut Yogi, situasi saat ini telah berhasil dikendalikan. Blokade jalan sudah dibuka.
Sementara itu, kepala desa diketauhi sudah mengundurkan diri sesuai tuntutan warga.
Mediasi masih terus dilakukan dengan warga hingga saat ini.
"Sampai saat ini kita masih lakukan mediasi. Karena ada permintaan warga yang masih kita pertimbangkan. Tapi kalau untuk kepala desa sudah menyatakan mengundurkan diri," kata Yogi.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fakta Terkini Kerusuhan BLT Covid-19 di Madina, Kades Dicopot dan Situasi Kondusif "